BNI Sasar Downstream Sector

Erika Dyah - detikFinance
Minggu, 08 Mei 2022 18:24 WIB
Gedung BNI
Foto: dok. BNI
Jakarta -

Permintaan pada sektor turunan komoditas atau sektor downstream dinilai mulai meningkat seiring pemulihan pandemi COVID-19. Peluang pengembangan bisnis sektor downstream ini pun tak ketinggalan ditangkap oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI yang memiliki kode saham BBNI.

Corporate Secretary BNI Mucharom menyampaikan potensi pertumbuhan kredit tahun ini tergolong cukup tinggi. Menurutnya, banyak sektor yang kembali membukukan peningkatan kinerja cukup baik sehingga mendorong kinerja, khususnya dari sektor turunan komoditas.

Hal ini sejalan dengan arahan pemerintah agar komoditas andalan Tanah Air dapat dijual ke luar negeri dengan nilai tambah lebih tinggi.

"Sektor downstream komoditi ini menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik. Kami melihat banyak pembangunan smelter akan sangat marak dan besar. Pemerintah mulai banyak melarang barang yang belum jadi sehingga semua proses pengolahan terjadi di dalam negeri. Kami berharap ini menjadi engine pertumbuhan segmen korporasi swasta kami," kata Mucharom dalam keterangan tertulis, Minggu (8/5/2022).

Mucharom mengungkap pertumbuhan kredit BNI tahun ini masih sesuai target awal tahun. Ia menyebutkan beberapa nasabah top tier sudah mulai menunjukkan perbaikan kinerja, seperti infrastruktur, listrik dan gas, pergudangan dan digital. Hal ini juga sejalan dengan penurunan restrukturisasi kredit sehingga membantu BNI untuk dapat melakukan ekspansi lebih berkualitas.

"Kami akan tetap dengan target awal kami di high single digit. Kami lihat potensi pertumbuhan tinggi sejak awal tahun ini, sehingga kami cukup percaya diri," paparnya.

Adapun kredit di segmen Business Banking masih menjadi motor akselerasi bisnis kredit BNI. Ia merinci pertumbuhan di pembiayaan ke segmen korporasi swasta yakni sebesar 9,9% yoy menjadi Rp193,2 triliun, segmen large commercial tumbuh 24,5% yoy menjadi Rp46,1 triliun, segmen UMKM tumbuh 11,8% yoy dengan nilai kredit Rp98 triliun. Sehingga, secara keseluruhan kredit di sektor business banking tumbuh 4,8% yoy menjadi Rp 489,3 triliun.



Simak Video "BNI Undian Rejeki BNI Versi Tesla"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)