Allianz Rogoh Rp 87 T Imbas Rugikan Guru Hingga Kelompok Agama di AS

Aldiansyah Nurrahman - detikFinance
Rabu, 18 Mei 2022 11:27 WIB
Logo Allianz di gedung Allianz, Jl rasuna Said Jakarta
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Perusahaan asuransi Jerman, Allianz akan membayar lebih dari US$ 6 miliar atau Rp 87 triliun untuk kasus penipuan yang dilakukan anak perusahaan di Amerika Serikat (AS), Allianz Global Investors. Penipuan ini berkaitan dengan investasi dana pensiun guru, organisasi keagamaan, dan yayasan.

Kasus ini termasuk yang terbesar yang ditangani Departemen Kehakiman AS dan Komisi Sekuritas dan Bursa AS. Allianz Global Investors dan tiga manajernya dinyatakan bersalah dan menerima sanksi yang dikenakan.

Departemen Kehakiman mengatakan bahwa Allianz Global Investors dianggap gagal melindungi dana investor yang terjadi selama krisis akibat dampak pandemi virus Corona (Covid-19).

Modus kasus ini membuat investor mau berinvestasi ke dalam pengelolaan dana produk Structured Alpha. Para manajer kemudian mengubah isi dokumen yang membuat seolah-olah investasi aman dilakukan untuk menarik investor.

Allianz Global Investors, melalui pengelolaan dana produk Structured Alpha dinyatakan menyimpang dari strategi pengelolaan dana mereka. Perusahaan tidak mampu melindungi dana investor dari penurunan akibat volatilitas pasar keuangan dalam jangka pendek yang terjadi pada Maret 2020. Akibatnya dana pensiun para guru di Arkansas dan pekerja kereta bawah tanah New York hilang.

Mantan Kepala Investasi Dana Allianz Global Investors, Gregoire Tournant didakwa atas tuduhan kriminal termasuk konspirasi dan penipuan sekuritas. Kemudian dua manajer lainnya, Stephen Bond-Nelson dan Trevor Taylor mengaku bersalah pada Februari atas tuduhan termasuk penipuan sekuritas.

"Allianz Global Investors mengaku menipu investor selama beberapa tahun, menyembunyikan kerugian dan risiko penurunan dari strategi yang kompleks, dan gagal menerapkan kontrol risiko utama. Korban pelanggaran ini termasuk guru, pendeta, sopir bus dan insinyur, yang dan pensiunnya diinvestasikan dalam dana institusional untuk mendukung pensiun mereka," kata ketua Komisi Sekuritas dan Bursa AS Gary Gensler dikutip dari CNN, Rabu (18/5/2022).

Pengacara Tournant, Seth L. Levine dan Daniel R. Alonso, yakin kliennya dikambinghitamkan oleh pemerintah atas kerugian terkait COVID-19 yang di luar kendalinya.

Allianz mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pelanggaran pidana dilakukan oleh beberapa individu yang tidak lagi bekerja untuk perusahaan dan bahwa penyelidikan Departemen Kehakiman tidak menemukan pelanggaran di tempat lain. Allianz juga tidak lagi diizinkan untuk melakukan layanan konsultasi untuk dana tertentu di AS.

(ara/ara)