Tipis Harapan Bunga Kredit Turun, Malah Bisa Naik

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 28 Mei 2022 20:30 WIB
Meski Bank Indonesia sudah memangkas bunga acuan, namun bunga kredit bank masih selangit
Foto: Infografis/Fuad Hasim/detikcom: Ilustrasi bunga bank selangit
Jakarta -

Suku bunga kredit bank diprediksi sulit turun. Ini dipicu salah satunya oleh normalisasi kebijakan moneter global yang berdampak pada pengetatan likuiditas.

Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdullah menjelaskan saat ini memang tinggal menunggu waktu untuk Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan.

"Penurunan suku bunga kredit sudah tidak mungkin terjadi. Untuk turun sudah tidak mungkin, justru lebih besar kemungkinanya untuk naik," kata dia saat dihubungi detikcom, Sabtu (28/5/2022).

Dia menyebutkan saat ini memang BI belum mengerek suku bunga acuan tetapi terus mengetatkan likuiditas dengan menaikkan giro wajib minimum (GWM).

"Dampaknya akan sama, bank akan terdorong menaikkan suku bunga deposito dan bunga kredit," jelas dia.

Namun menurut Direktur CELIOS Bhima Yudhistira Adhinegara sebenarnya saat ini masih ada ruang penurunan pada suku bunga kredit.

Dia menyebutkan indikatornya likuiditas bank masih berlimpah, ditunjukkan dari LDR bank umum di kisaran 78%.

Faktor risiko kredit juga mulai mereda usai pelonggaran mobilitas dan penurunan kasus pandemi. "Restrukturisasi pinjaman mulai berkurang. BI juga masih tahan kenaikan suku bunga acuan," jelasnya.

Sebelumnya Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa yang mengungkapkan melimpahnya likuiditas di sistem bank maka suku bunga kredit memang tidak akan naik dalam waktu dekat. Purbaya mengungkapkan dengan likuiditas ini tidak ada kenaikan harga atau bunga simpanan sehingga bunga kredit tidak naik.

(kil/hns)