ADVERTISEMENT

Pemerintah Terbitkan Utang Baru Rp 8,9 T

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 03 Jun 2022 20:45 WIB
Ilustrasi Sri Mulyani
Foto: Ilustrator Edi Wahyono
Jakarta -

Pemerintah menerbitkan Surat Utang Negara (SUN) dalam valuta asing berdenominasi Yen Jepang (Samurai Bonds) sebesar 81 miliar yen atau setara dengan Rp 8,9 triliun (asumsi kurs Rp 110,73) untuk pertama kalinya di tahun 2022

Utang ini diterbitkan di tengah kondisi pasar keuangan yang masih volatile atas dampak dari kenaikan suku bunga dan pengetatan kebijakan moneter global serta meningkatnya ketegangan geopolitik.

Dikutip dari Reuters disebutkan, surat utang ini diterbitkan dengan jangka waktu hingga 10 tahun dan akan digunakan untuk menutup defisit fiskal.Penerbitan ini dilakukan setelah pemerintah menerbitkan obligasi syariah senilai US$ 3,25 miliar.

Untuk Samurai Bond dengan jangka waktu 68,2 miliar yen dengan kupon 0,96%. Kemudian jangka waktu lima tahun 5,1 miliar yen dengan kupon 1,13%. Lalu jangka waktu tujuh tahun dengan kupon 1,27% senilai 1,7 miliar yen. Sedangkan unyuk jangka waktu 10 tahun 6 miliar yen dengan kupon 1,45%.

Pemerintah memulai official marketing untuk penerbitan Samurai Bonds ini pada hari Selasa, 31 Mei 2022. Selama dua hari masa penawaran, demand yang masuk berkembang cukup solid dan berasal dari basis investor yang beragam, terutama pada seri dengan tenor pendek yang mencerminkan minat para investor Jepang pada tenor pendek di tengah kondisi pasar yang masih volatile.

Sebelum transaksi ini dilakukan, Pemerintah telah menyelenggarakan non-deal roadshow dengan format online group meeting maupun one-on-one meeting yang dihadiri oleh investor-investor di Jepang secara virtual. Keberhasilan penyelenggaraan roadshow tersebut berdampak pada keragaman jenis investor yang berpartisipasi pada penerbitan Samurai Bonds ini.

Berdasarkan tipenya, investor pada transaksi kali ini terdiri dari asset managers (24.8%), city banks (12.3%), central cooperatives (12.3%), lifers (8.6%), central public fund (2.5%), property insurance (0.2%), regional banks/regional cooperatives (13.2%), others (9.1%) dan sedangkan investor dari luar Jepang tercatat sebanyak 16,8% dari jumlah total investor.

Penerbitan Samurai Bonds kali ini ditujukan untuk pembiayaan defisit APBN 2022, termasuk untuk penanganan Covid-19 dan upaya pemulihan ekonomi nasional. Joint Lead Arrangers dalam transaksi ini adalah Daiwa Securities Co., Ltd., Mizuho Securities Co., Ltd., Mitsubishi UFJ Morgan Stanley Securities Co., Ltd., and Nomura Securities Co., Ltd.

Sebelumnya Kementerian Keuangan mengungkapkan penjualan ini merupakan yang terbesar di pasar surat utang Jepang tahun ini. Awal pekan ini Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan pemerintah memilih utang untuk pembiayaan negara.

(kil/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT