ADVERTISEMENT

Ditawari Jadi Nasabah Prioritas? Hati-hati Penipuan, Cek Dulu

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 11 Jun 2022 12:33 WIB
Waspada! Ini Cara Hindari Akun Palsu Bank BCA di Medsos
Foto: detikcom: Waspada penipuan berkedok penawaran menjadi nasabah prioritas yang mengatasnamakan BCA.
Jakarta -

Waspada penipuan berkedok penawaran menjadi nasabah prioritas yang mengatasnamakan BCA. Tak cuma itu, penawaran juga terjadi di media sosial melalui akun BCA palsu.

Direktur BCA Haryanto T Budiman mengatakan belakangan ini kasus cybercrime makin ramai di era digital. Salah satunya adalah penipuan online seperti munculnya iklan di media sosial dan meminta data pribadi seperti nomor kartu kredit, PIN sampai OTP.

Kemudian ada juga tawaran upgrade menjadi BCA Salitaire dan Prioritas melalui Whatsapp dan telepon. Selanjutnya ada juga tawaran di Instagram.

"Hal ini patut diwaspdai oleh nasabah, karena bank tidak pernah meminta data pribadi anda. Jangan pernah memberikan data pribadi kepada siapapun," kata Haryanto dikutip Sabtu (11/6/2022).

Haryanto menambahkan masyarakat jangan pernah percaya dengan penelepon dengan awalan 021 atau +62. Hal ini karena nomor telepon BCA adalah 1500888 dan nomor Whatsapp resmi BCA adalah 08111500998 dengan centang hijau.

Kemudian akun resmi Instagram BCA hanya @GoodlifeBCA, website www.bca.co.id. Kemudian website BCA Solitaire dan Prioritas dalah prioritas.ba.co.id. "Nasabah harus waspada. Jika ada selain alamat website atau nomor hp yang resmi, itu sudah pasti palsu," jelas dia.

Dia mengungkapkan untuk keanggotaan BCA Solitaire dan Prioritas cuma bisa didapatkan melalui syarat dan ketentuan tertentu dan undangan dari BCA secara langsung melalui surat resmi kepada nasabah.

"Jadi jika ada pihak lain yang menawarkan jasa upgrade menjadi nasabah BCA Solitaire dan Prioritas melalui media sosial sudah pasti penipuan. Awas link palsu! jangan pernah klik apalagi mengisi data-data pribadi ada. BCA tidak pernah meminta untuk mengisi data pribadi melalui sarana apapun termasuk link," terang Haryanto.

(kil/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT