Sederet Fakta Soceng, Begal Rekening yang Bisa Bikin Duit Tiba-tiba Ambyar

Ilyas Fadhillah - detikFinance
Minggu, 19 Jun 2022 08:34 WIB
Darkweb, darknet and hacking concept. Hacker with cellphone. Man using dark web with smartphone. Mobile phone fraud, online scam and cyber security threat. Scammer using stolen cell. AR data code.
Foto: Getty Images/iStockphoto/Tero Vesalainen
Jakarta -

Social Engineering atau soceng kerap terjadi akhir-akhir ini. Pelaku yang juga dikenal sebagai begal rekening menggunakan modus soceng untuk menguras habis harta korban.

Pelaku soceng umumnya mengatasnamakan pihak perbankan atau instansi tertentu agar terlihat meyakinkan. Orang yang kurang waspada berisiko menjadi korban dan bisa dikuras habis hartanya.

Nah, sebenarnya apa yang dimaksud dengan soceng? investopedia mendefinisikan soceng sebagai trik manipulasi korban hingga mereka menyerahkan informasi penting. Menurut Menurut Kaspersky, social engineering adalah teknik manipulasi yang bersifat eksploitatif terhadap kesalahan manusia.

Tujuan dari aksi ini adalah mendapatkan informasi pribadi, akses, atau barang-barang berharga. Selain mencuri uang di rekening, soceng kerap digunakan untuk menyadap informasi perusahaan hingga mengeksploitasi keamanan negara.

Di Indonesia, modus soceng sering mencatut nama perbankan. Baru baru ini beredar tangkapan layar berisi pesan singkat, dan tautan tentang perubahan biaya administrasi ATM BRI sejumlah Rp 150.000 per bulan dengan unlimited transaksi.

Tindak penipuan lainnya mengatasnamakan Bank BCA. Kedoknya adalah tawaran menjadi nasabah prioritas untuk mengelabui korban. Penawaran disebarkan di media sosial melalui akun BCA palsu.

Modus lain yang mengatasnamakan BCA adalah tawaran upgrade menjadi BCA Solitaire dan Prioritas melalui telepon dan WhatsApp. Modus yang sama juga ditemukan di Instagram.

Dalam prakteknya, pelaku social engineering menerapkan banyak cara untuk menipu korban. Yang paling umum adalah penyamaran dan berpura-pura sebagai lembaga keuangan atau bank. Pelaku menghubungi calon korban lewat pesan, email, panggilan seluler hingga mengirimi permintaan pertemanan di media sosial.

Soceng juga bisa dilakukan lewat interaksi fisik. Di Indonesia, banyak modus pelaku kejahatan yang berpura-pura menawarkan bantuan di ATM. Orang yang kurang waspada kerap menjadi korban sehingga uang di rekening dikuras.

Clickbait menjadi salah satu jenis soceng lainnya. Pelaku mengiming-imingi calon korban dengan informasi yang seolah berguna. Saat korban tergiur dan melakukan klik, virus malware akan menginfeksi perangkat ponsel dan mencuri data-data penting.

Nah, soceng sendiri bisa ditangkal lewat beberapa cara. Misalnya, memasang kata sandi yang kuat dan otentikasi dua faktor. Yang paling penting adalah tidak memberikan informasi apa pun, atas alasan apapun kepada orang lain. Apalagi jika hal ini terkait dengan akun keuangan Anda.

Saat menerima pesan, jangan langsung percaya dan harus lebih teliti. Pertimbangan isinya dengan cermat, dan bila dianggap mencurigakan maka bisa mengabaikannya.



Simak Video "Manfaatkan Aplikasi Fake Caller, Pelaku Gasak Tabungan Rp 510 Juta"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)