Muncul Kartu Kredit Digital, Apa Bedanya dengan PayLater?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 22 Jun 2022 13:48 WIB
Ilustrasi wanita menggunakan kartu ATM atau kartu kredit
Ilustrasi Kartu Kredit/Foto: Getty Images/filadendron
Jakarta -

Teknologi kartu kredit terus berkembang sejalan dengan perkembangan digitalisasi sektor perbankan. Kini ada kartu kredit digital sehingga tak berbentuk fisik yang memakan ruang di dompet.

Cukup dengan aplikasi mobile banking, pembayaran menggunakan kartu kredit digital bisa dilakukan dengan scan QRIS yang ada di merchant. Apa perbedaan kartu kredit digital dengan yang fisik?

Direktur Consumer Banking CIMB Niaga Noviady Wahyudi mengungkapkan kartu kredit digital sama dengan yang biasa, hanya saja tak ada bentuk fisik. Suku bunga yang ditawarkan kartu kredit digital juga sama dengan yang konvensional, begitu juga dengan model pembayaran yang bervariasi mulai 3-12 bulan.

"Kartu kredit digital ini sama seperti biasa, ada limitnya. Jadi kalau mau transaksi bisa langsung pakai dan lebih cepat. Untuk pilihan cicilan juga lebih banyak dan bisa dilakukan kapan saja," kata dia dalam konferensi pers di Menara Sentraya, Jakarta Selatan, Rabu (22/6/2022).

Dia mengungkapkan, saat ini kartu kredit digital di CIMB Niaga memiliki pilihan cicilan 3 bulan 0%, 6 bulan 0%, dan sisa tenor menyesuaikan. Jika sesuai dengan ketetapan Bank Indonesia (BI) bunga kartu kredit maksimum 1,75%.

Paylater

Sedangkan untuk PayLater rata-rata 2-4%. PayLater merupakan layanan yang ada di beberapa fintech dan e-commerce untuk menunda atau mencicil pembayaran.

PayLater diterbitkan oleh perusahaan fintech dan kartu kredit digital diterbitkan oleh bank. Tagline yang digunakan, beli sekarang bayar nanti. Fitur pembayaran cicilan paylater mulai dari 1-12 bulan.

Noviady mengungkapkan saat ini memang pola konsumsi konsumen terus berubah. Belanja dilakukan secara online dan pembayaran juga dilakukan elektronik.

"Sekarang customer behaviour-nya berubah, nasabah maunya mendapatkan solusi finansial yang bisa hanya dalam satu genggaman saja, jadi nggak mau ribet," jelas dia.

Namun menurut Noviady untuk kartu kredit digital masih disesuaikan dengan kebutuhan nasabah. Ada yang lebih menyukai kartu kredit dalam bentuk fisik dan kartu kredit digital yang mudah diakses dari handphone.

Simak juga Video: Ganjar Pranowo Berharap Aplikasi Srikandi Beri Manfaat untuk Masyarakat

[Gambas:Video 20detik]



(kil/ara)