BI Sebut Bunga Kredit Menciut, Ini Daftar KPR yang Bunganya Masih Selangit

ADVERTISEMENT

BI Sebut Bunga Kredit Menciut, Ini Daftar KPR yang Bunganya Masih Selangit

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 24 Jun 2022 20:15 WIB
KPR
Foto: Tim Infografis: Luthfy Syahban
Jakarta -

Suku bunga kredit disebut-sebut sudah turun. Hal ini sejalan dengan rendahnya bunga acuan yang ada di Bank Indonesia (BI) yaitu 3,5%.

BI menyebutkan bunga kredit sudah turun sekitar 52 basis poin (bps) dibandingkan periode yang sama.

Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdullah mengungkapkan, tak ada lagi harapan turunnya suku bunga KPR. "Kalau bunga KPR naik sudah pasti, kalau turun lupakan saja," jelas dia.

Dikutip dari publikasi Survei Harga Properti Residensial (SHPR) yang diterbitkan oleh BI suku bunga KPR di perbankan Indonesia sejak akhir 2020 memang mengalami penurunan tapi tak sampai 1%. Bunga KPR akhir 2020 dan awal 2021 tercatat di kisaran 8,5% dan periode akhir 2021 8,2% dan periode Maret 8,11%.

Dari laporan juga disebutkan jika masih tingginya suku bunga KPR ini juga menjadi penyebab terbatasnya penjualan rumah di Indonesia. Sekitar 11,7% responden menyatakan bunga KPR jadi penyebab enggan membeli rumah.

Direktur CELIOS Bhima Yudhistira Adhinegara mengungkapkan di Indonesia sendiri masih ada istilah interest rate rigidity. Itu adalah kondisi ketika suku bunga turun maka bank lambat melakukan transmisi penurunan bunga kredit.

Hal ini berlaku untuk suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR). Di mana ketika bunga acuan naik bank buru-buru menaikkan bunga, tapi ketika turun, bank sangat lambat mengikuti penurunannya.

Berikut daftar bunga KPR berdasarkan suku bunga dasar kredit (SBDK) yang dikutip dari website resmi:

  • BCA 7,2%
  • Bank Mandiri 7,25%
  • BNI 7,25%
  • BRI 7,25%
  • BTN 7,25%
  • CIMB Niaga 7,25%
  • Bank Mayapada 7,7%
  • Bank Danamon 8%
  • Bank OCBC NISP 8%
  • Bank Panin 9,25%

SBDK ini adalah bunga dasar yang digunakan untuk penetapan bunga kredit yang dikenakan oleh bank kepada nasabah.

Jadi jangan heran dan bingung, jika bunga kredit yang sudah sampai ke nasabah belum tentu sama alias berbeda dengan SBDK yang dicantumkan bank.

Karena memang, SBDK belum memperhitungkan komponen estimasi premi risiko yang besarnya tergantung dari penilaian bank terhadap risiko masing-masing debitur atau kelompok debitur.

(kil/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT