ADVERTISEMENT

Bunga KUR Cuma 3%, Jokowi: Kalau Nggak Disubsidi 16%

Ilyas Fadilah - detikFinance
Rabu, 13 Jul 2022 11:32 WIB
Indonesian Rupiah - official currency of Indonesia
Foto: Getty Images/iStockphoto/Yoyochow23
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong optimalisasi program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Apalagi, bunga KUR saat ini dianggap murah dan membantu pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK).

Dalam acara Pemberian Nomor Induk Berusaha (NIB) Pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) Perseorangan, Jokowi sempat berbincang dengan salah satu pelaku usaha, Wage Ning Tyas.

Wage menyebut dirinya sudah mendapatkan KUR dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebesar Rp 50 juta. Dengan bunga hanya 3%, ia menganggap jumlah tersebut sangat murah.

"Sudah KUR dari BRI 50 juta, bunganya 3% murah banget," ujar Wage saat berbincang dengan Jokowi, Rabu (13/7/2022).

Jokowi mengatakan, kecilnya bunga untuk KUR berkat adanya subsidi dari pemerintah. Jumlah subsidi yang pemerintah salurkan untuk program KUR adalah sekitar 13%.

"Murah itu disubsidi pemerintah. Kalau nggak disubsidi pemerintah
bunganya 16% supaya bapak ibu tahu. Jadi disubsidi pemerintah 13%," timpal Jokowi.

Namun, Jokowi mengingatkan jika subsidi 13% untuk KUR hanya tersedia tahun ini. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu tidak bisa memastikan apakah pemerintah bakal memberi subsidi lagi di tahun depan.

"Jadi KUR disubsidi pemerintah 13%. Tapi itu hanya tahun ini, tahun depan nggak tahu. kalau ada anggaran, APBN-nya ada, ya diteruskan," jelas Jokowi.

Oleh karena itu, Jokowi menghimbau pelaku usaha untuk segera mengajukan bantuan program KUR ke pihak Bank. Sebab, masih ada sekitar Rp 18 triliun dana di Bank yang belum disalurkan.

(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT