ADVERTISEMENT

KUR Diklaim Serap 32 Juta Lapangan Kerja, Genjot UMKM Naik Kelas

Ilyas Fadilah - detikFinance
Sabtu, 09 Jul 2022 14:43 WIB
ilustrasi angsuran KUR
Ilustrasi penyaluran dana KUR/Foto: Dok.Detikcom
Jakarta -

Kebijakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) diklaim mampu tingkatkan lapangan pekerjaan, sekaligus mendorong UMKM naik kelas. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) BRIN dalam risetnya memperkirakan penyaluran KUR melalui BRI memiliki kontribusi besar dalam menyerap 32,1 juta lapangan kerja.

"Alhamdulillah kalau upaya kita membuka lapangan kerja mendapat apresiasi dari BRIN. Ini tentu merupakan kolaborasi dari banyak pihak yang membantu BUMN untuk terus berkontribusi nyata dalam perekonomian bangsa," ujar Menteri BUMN Erick Thohir dalam tertulisnya, Sabtu (9/7/2022).

Erick mengatakan dia terus mendorong nasabah segmen super mikro, mikro dan kecil BRI yang saat ini sebanyak 10,7 juta nasabah dapat meningkat hingga 32,1 juta nasabah.

KUR yang berhasil disalurkan BRI mencapai Rp 104,5 triliun untuk 2,7 juta pelaku UMKM di Januari-Mei 2022. Jumlah tersebut setara 41,12% dari target breakdown pemerintah di tahun ini (Januari-Mei) yang sebesar Rp 254,1 triliun kepada BRI.

"Tentu kita tidak boleh berpuas diri, pemerintah berkomitmen untuk terus meningkatkan porsi pembiayaan kepada UMKM yang akan berdampak langsung pada peningkatan lapangan kerja baru," ucap Erick.

Erick menyampaikan porsi pembiayaan untuk UMKM di Indonesia baru sekitar 20% atau masih tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga seperti Singapura 39%, Malaysia dan Thailand 50%, Jepang 65% dan Korea Selatan dengan 80%.

Hal ini selaras dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menargetkan pembiayaan perbankan untuk sektor UMKM mencapai 30% pada 2024 dan terus meningkat hingga 50

Erick meminta holding BUMN ultramikro yang digawangi BRI, PNM, dan Pegadaian, tidak sekadar membantu pembiayaan, melainkan juga mendampingi pelaku UMKM agar mampu beradaptasi dengan perubahan model bisnis pasca-pandemi.

Pasalnya, hanya 12,5% UMKM yang tidak terdampak pandemi lantaran mampu memanfaatkan digitalisasi dalam menjual produk. Sementara 87,5% UMKM lainnya mengalami tekanan besar akibat pandemi.

"Kita harapkan upaya ini dapat membawa pelaku UMKM semakin naik kelas dan bisa bisa bersaing dengan baik di dalam maupun dengan negara tetangga. Kenaikan jumlah dana KUR dengan sendirinya akan semakin banyak menyerap tenaga kerja," kata Erick.

Sementara itu untuk menggenjot lebih banyak UMKM memperoleh aksesibilitas finansial dari lembaga keuangan, pemerintah memperkuat dukungannya terhadap pelaku UMKM lewat layanan penjaminan.

Melalui dukungan layanan penjaminan, Jamkrindo yang merupakan anak usaha Indonesia Financial Group (IFG) bertekad membuka peluang aksesibilitas finansial UMKM agar para pelaku usaha bisa naik kelas.

Hingga Juni 2022, realisasi volume penjaminan KUR oleh Jamkrindo mencapai Rp 101,1 triliun dengan UMKM yang menjamin sebanyak 2,21 juta debitur UMKM.

(hns/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT