ADVERTISEMENT

Konten Youtube Bisa Jadi Jaminan Utang, Bos BCA: Kita akan Pertimbangkan

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 27 Jul 2022 16:35 WIB
BCA paparkan hasil kinerja keuangan sepanjangan tahun 2021. Diketahui, pada 2021 penyaluran kredit untuk sektor-sektor berkelanjutan mencapai Rp154,4 triliun.
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja. Foto: Dok. BCA
Jakarta -

Pemerintah baru saja menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 Tahun 2022 tentang Ekonomi Kreatif. Lewat aturan ini, konten Youtube bisa dijadikan jaminan utang.

Terkait hal tersebut, Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk Jahja Setiaatmadja mengatakan, sejak aturan itu keluar dirinya mencari informasi dari beberapa bank internasional.

"Memang yang saya dapatkan, rupanya Indonesia sebagai salah satu pionir yang membolehkan itu. Jadi di tempat lain boleh, tapi dalam pelaksanaan belum dilaksanakan dan tidak dilakukan," ujarnya dalam konferensi pers, Rabu (27/7/2022).

Pihaknya akan mempertimbangkan hal tersebut sebagai jaminan tambahan.

"Kita mungkin akan mempertimbangkan hal itu (konten Youtube) sebagai jaminan tambahan. Jadi bukan jaminan satu-satunya. Kita tahu namanya kredit itu kan bisa berbagai macam jaminan, kita akan mencoba mempertimbangkan sebagai jaminan tambahan," terangnya.

Selanjutnya, Jahja mengatakan, jika bank mau menerima jaminan harus ada penilaian dari pihak independen. Ia pun mempertanyakan kesiapan dari penilaian kekayaan intelektual ini.

"Secara legal kita akan dalami juga kalau sampai harus mengeksekusi bagaimana caranya. Apa yang mau dieksekusi, apa yang akan kita dapatkan, kita akan pelajari lebih mendalam," jelasnya.

"Jadi saya pikir terobosan yang baik sekali namun dalam pelaksanaan kita harus lebih mendalami dan mempelajari segala aspeknya, dari aspek legal, dari aspek pelaksanaan realisasinya di lapangan seperti apa," ujarnya.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Kemenkumham, Razilu mengatakan tidak semua konten YouTube dapat menjadi jaminan pinjaman. Syaratnya pelaku usaha kreatif tersebut harus memiliki sertifikat kekayaan intelektual.

"Intinya adalah pelaku ekonomi kreatif harus punya sertifikat (kekayaan intelektual). Jika konten YouTube tidak punya sertifikat, ya berdasarkan skema ini akan jadi persoalan karena itu syarat utama pasti harus diverifikasi sama lembaga penjamin ataupun lembaga keuangan. Jadi dapatkan dulu sertifikat kekayaan intelektual itu yang paling utama" katanya dalam konferensi pers di Kemenkumham, Jakarta Selatan, Selasa (26/7).



Simak Video "Pernyataan YouTube soal Penutupan Live Streaming Lofi Girl"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT