ADVERTISEMENT

Ini Dia Salah Satu 'Pahlawan' yang Bikin Ekonomi RI Tumbuh 5%

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Rabu, 27 Jul 2022 13:34 WIB
BPS telah resmi mengumumkan data pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2021. Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 3,51% secara year on year (yoy).
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Ekonomi Indonesia pada triwulan pertama 2022 tumbuh positif sekitar 5,01%, salah satu pendukung pertumbuhan ekonomi itu adalah bisnis penjualan langsung alias Multi Level marketing (MLM) yang dilakukan para anggota Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI).

Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan mengatakan saat ini PDB Indonesia sudah US$ 1.300 triliun. Jika kondisi ini terus bertahan, 20 tahun lagi Indonesia bisa setara dengan banyak negara maju. Oleh karena itu, peluang bisnis sangat besar sekali.

"Salah satu sumber pertumbuhan ekonomi nasional adalah bisnis penjualan langsung atau MLM. Salah satu yang mendorong tumbuhnya 5,01 persen itu dari APLI. Berdasarkan data kami, kegiatan usaha penjualan langsung pada tahun 2021 tercatat peningkatan serapan mitra usaha. Direct selling itu melibatkan jutaan masyarakat. Dan secara tidak langsung melatih jiwa enterpreneur," ujar pria yang akrab disapa Zulhas tersebut, ditulis Rabu (27/7/2022).

Lebih lanjut dia memaparkan, dalam industri direct selling biasanya ada komisi dan ada bonus. "Namun mendapatkan butuh fokus dan produktif. Dari pada ngerumpi sana-sini gak jelas, lebih bagus ikut MLM yang tergabung di APLI. Orang yang sukses di direct selling pasti orang hebat," katanya.

APLI, menurut Zulhas merupakan pemberdayaan sumber daya manusia sehingga menjadi trampil. Kontribusi APLI dalam pemulihan ekonomi bangsa ini sangat luar biasa. Orang tidak kerja, diajari jadi bisa kerja, orang yang tidak produktif, diajari bisa jadi produktif. "Saya mendukung dan mensupport dan mengapresiasi apa yang dilakukan teman-teman di APLI," tegas Zulhas.

APLI Exhibition 2022 digelar selama tiga hari, mulai Minggu, 24 Juli 2022 sampai Selasa 27 Juli 2022 itu dikuti 43 perusahaam amggota APLI diantaranya; PT. Harmoni Dinamik Indonesia, PT. Orindo Alam Ayu, PT. Arminareka Pharmasia Pratama, PT. Moment Global Internasional, Pt. Bio Organik Nusantara, PT. Sunrider Nusaperdana, PT. Herbalife Indonesia dan lainnya.

Di hadapan sejumlah awak media, Ketua Umum APLI, Kany V Soemantoro , Wakil Ketua Umum APLI Andam Dewi dan Sekjen APLI Ina H Rachman menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam acara tersebut. "Ini adalah exhibisi pertama kami selama 38 tahun kehadiran APLI. Acara ini menjadi rangkaian perayaan HUT ke-38 APLI," ujar Andam Dewi.

Dalam kesempatan yang sama, Kany V Soemantoro menyampaikan bahwa masih banyak tugas yang harus APLI lakukan nantinya. "Harapan dan ekspektasi dari kementerian perdagangan dan masyarakat sangat tinggi, ini menjadi pemicu semangat dan opporunity buat APLI. Acara ini banyak membawa dampak pendidikan dan sosialisasi industri MLM kepada masyarakat luas," ungkap Kany.

Kany berharap, tahun depan dapat menggelar eksibisi yang lebih baik dan lebih luas dari sisi sosialnya. "Rencananya, APLI akan melakukan ekspansi ke provinsi dengan target awal ada delapan kantor cabang, jika kepengurusan daerah sudah kuat, event besar seperti ini akn dilakukan secara bergilir di beberapa kota besar," katanya.

Akibat pandemi ini membuat para pelaku MLM yang semula mengandalkan tatap muka, sudah mulai menggunakan teknologi informasi. Dengan demikin bisnis ini bisa dilakukan secara hybrid online dan offline. "Bangsa ini butuh APLI, bangsa ini butuh wahana untuk menciptakan enterpreneur agar roda ekonomi bergerak. Saya yakin direct selling benar-benar bisa memakmurkan bangsa ini," harap Kany.

Faktanya menurut Kany, aayarakat indonesia itu adalah masyarakat enterprenuer. Dengan ada di asosiasi ini sudah saatnya kita mendapatkan pemahaman mengenai bisnis direct selling yang baik, ini sudah waktunya indonesia bangkit lagi dengan bisnis penjualan langsung yang tidak membutuhkan modal yang besar, tetapi kegigihan dan pengetahuan mengenai bisnis dan produknya.

(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT