ADVERTISEMENT

Apa Bedanya Yuan dengan Renminbi?

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Sabtu, 30 Jul 2022 19:00 WIB
Business woman holding stack of 100 yuan banknotes money. Chinese yuan currency
Apa Bedanya Yuan dengan Renminbi? Foto: iStock
Jakarta -

Bagi orang di luar China, seringkali sulit membedakan antara istilah yuan dan renminbi. Banyak yang mengira keduanya merupakan mata uang yang berbeda, padahal yuan dan renminbi sama-sama mata uang yang dikeluarkan oleh China. Lantas apa perbedaan antara yuan (CNY) dan renminbi (RNB)?

Perlu diketahui, yuan bukanlah sebutan satu-satunya dari mata uang China. Bahkan, nama yuan itu baru muncul setelah China sebelumnya sudah memiliki mata uang yang sah bernama renminbi.

Pada dasarnya renminbi merupakan mata uang resmi di China, di mana renminbi ini bertindak sebagai alat tukar resmi yang diakui negara. Sementara yuan adalah sistem satuan hitung atau unit mata uang di China.

Di China, satuan hitung dan mata uang menggunakan dua istilah yang berbeda. Hal ini tentu terdengar asing bagi kita di Indonesia dan sejumlah negara lainnya. Sebab biasanya kita menggunakan satuan hitung dan mata uang tetap menggunakan penamaan yang sama.

Seperti penamaan rupiah di Indonesia, yang dipakai sebagai nama mata uang sekaligus juga sebagai satuan hitung. Atau ada juga dolar yang dipakai sebagai nama mata uang sekaligus juga sebagai satuan hitung.

Renminbi sendiri memiliki arti mata yang rakyat. Renminbi pertama kali dikeluarkan pada Desember 1948, di mana People's Republic of China (PBOC) atau Bank Rakyat China baru didirikan di kota Shijiazhuang, provinsi Hebei.

Pada tahun 1949, Partai Komunis mengalahkan Kuomintang dan Mao Zedong memproklamasikan Republik Rakyat Ciongkok, menjadikan renminbi sebagai satu-satunya mata uang resmi di seluruh negeri. Yuan secara teknis adalah unit pengukuran dari renminbi, meskipun juga digunakan sebagai nama yang merujuk pada mata uang China.

Renminbi punya sebutan 'redback' yang biasa digunakan oleh media massa Barat. Julukan itu diberikan pada renminbi atau yuan karena dimaknai sebagai lawan dari dolar AS yang punya sebutan the greenback.

Yuan sendiri punya dua nilai tukar atau harga pasar. Hal itu disebabkan oleh sistem mata uang China yang rumit, karena PBOC mengontrol arus modal sangat ketat untuk membatasi aliran modal asing masuk, dan juga yang keluar dari negara. Sistem itu dibuat karena pemerintah khawatir banyaknya arus keluar dalam krisis dapat memicu penyerbuan yuan.

Kemudian pada 1994, penyelesaian perdagangan yuan tidak diizinkan di luar China. Tahun itu, untuk pertama kalinya, pihak berwenang mengizinkan perusahaan China untuk membeli dan menjual yuan dengan imbalan dolar AS untuk impor barang dan jasa. Sejak itu, China telah meliberalisasi akunnya dan mengizinkan aliran modal yang lebih bebas.

Namun, yuan tidak sepenuhnya dapat dikonversi di rekening modal yang mencatat arus bersih transaksi antara China dan seluruh dunia. Pasalnya, Beijing terus mempertahankan kontrol mata uang yang ketat pada portofolio dan investasi.

Untuk mendorong penggunaan yuan internasional, Beijing telah memasok likuiditas renminbi ke negara-negara asing melalui perjanjian pertukaran, dan mengalihdayakan bisnis dalam mata uang yuan untuk pinjaman, pinjaman dan penerbitan obligasi ke pusat keuangan luar negeri, terutama Hong Kong.

Pengaturan ini telah menghasilkan dua harga pasar untuk nilai yuan terhadap mata uang asing. Pertama, yuan darat dengan singkatannya CNY yang digunakan di China dan nilainya dikelola oleh PBOC. Kedua, CNH atau yuan luar negeri diperdagangkan lebih bebas di luar daratan China.

Simak juga Video: RI-China Sepakat Dagang Gunakan Rupiah & Yuan

[Gambas:Video 20detik]




(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT