ADVERTISEMENT

Pandemi Reda, Kinerja Bank Moncer Lagi

- detikFinance
Selasa, 16 Agu 2022 15:35 WIB
Petugas kepolisian menata barang bukti mata uang rupiah palsu saat rilis pengungkapan kejahatan mata uang palsu di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Selasa (1/3/2022). Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri berhasil mengungkap kejahatan uang palsu dengan barang bukti berupa 494.904 lembar mata uang rupiah pecahan Rp100.000 dan mata uang dolar pecahan USD 100 serta mengamankan 12 orang tersangka di dua wilayah berbeda. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/rwa.
Foto: ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA
Jakarta -

J Trust Bank merilis laporan keuangan triwulan Juni 2022 di mana Bank meraih laba bersih sebesar Rp 15,72 miliar dibandingkan rugi bersih Rp 295,53 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Hal ini terutama didorong oleh pertumbuhan kredit - bruto sebesar 52,57% menjadi Rp 15,28 triliun serta pertumbuhan simpanan nasabah sebesar 26,57% menjadi Rp 20,18 triliun pada posisi bulan Juni 2022 dibandingkan Desember 2021.

Peningkatan kinerja Bank tersebut terjadi seiring dengan membaiknya kondisi perekonomian nasional. Ekspansi kredit secara selektif yang mengedepankan prinsip kehati-hatian dan pertumbuhan dana pihak ketiga terutama dana murah, mendorong peningkatan pendapatan bunga sebesar 52,22% menjadi Rp 723,66 miliar serta penurunan beban bunga sebesar 3,29% menjadi Rp 450,03 miliar.

Posisi permodalan Bank posisi bulan Juni 2022 tetap kuat di mana modal inti Perseroan tercatat sebesar Rp2,15 triliun atau di atas ketentuan modal inti minimum Rp 2 triliun. Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank tercatat sebesar 12,18% sedangkan Rasio Kecukupan Likuiditas Bank tercatat sebesar 144,01% di bulan Juni 2022.

Bank terus menggalang kerja sama dengan para pelaku usaha dengan reputasi yang baik di beberapa sektor yang dinilai prospektif seperti properti, supplier alat berat, multi-finance dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

Selaras dengan hal tersebut, tahun 2022 J Trust Bank terus memfokuskan penyaluran kredit melalui segmen Corporate Banking, Commercial & Small Medium Enterprise, dan Business Linkage dimana saat ini menjadi andalan kenaikan aset kredit Bank.

Dengan kondisi fundamental yang kuat, hal ini akan mendukung Bank dalam menghadapi ketidakpastian serta memanfaatkan peluang pertumbuhan bisnis untuk terus meningkatkan kinerja yang semakin baik ke depannya.

(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT