ADVERTISEMENT

Inflasi Capai 4,5%, BI Mau Naikkan Bunga Acuan?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 18 Agu 2022 14:32 WIB
Gubernur BI Perry Warjiyo
Foto: Gubernur BI Perry Warjiyo (Sylke Febrina Laucereno/detikcom)
Jakarta -

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo belum berencana menyesuaikan suku bunga acuan. Menurutnya, di tengah tren kenaikan suku bunga di berbagai negara, BI belum perlu buru-buru meningkatkan suku bunga acuannya.

Apalagi saat ini pemulihan ekonomi masyarakat masih digenjot di Indonesia. Subsidi masih banyak diberikan dan berbagai kebijakan pengendalian harga pangan juga dilakukan.

"Kami juga sementara ini belum perlu untuk menaikkan suku bunga. Tadi ada subsidi, pengendalian pangan, sehingga dari sisi kebijakan suku bunga tidak harus buru-buru untuk menaikkan suku bunga, sehingga bisa jaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi," papar Perry dalam konferensi pers virtual usai menghadiri Rakornas Pengendalian Inflasi 2022, Kamis (18/8/2022).

Hingga Juli 2022, BI masih menahan suku bunga acuannya, BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) di level 3,5%. Itu berarti, sudah 17 kali berturut-turut suku bunga BI ditahan. Sementara itu, suku bunga deposit facility tetap 2,75% dan suku bunga lending facility tetap 4,25%.

Perry juga menyatakan secara kebijakan moneter, BI terus melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah. Buktinya, nilai tukar rupiah saat ini tingkat depresiasinya rendah.

"Nilai tingkat depresiasinya termasuk yang terbaik di global, year-to-date kurang lebih 3,5%. Rendah," kata Perry.

"Kami lakukan intervensi supaya ini tidak kemudian mengganggu stabilitas, mengganggu pemulihan ekonomi dan rakyat. Harga di dalam negeri tidak naik," pungkasnya.

Perlu diketahui, saat ini tingkat inflasi di Indonesia sudah berada di level 4,94%. Sementara itu untuk besaran inflasi inti di level 2,86%.

(hal/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT