Bukan Rupiah, Ini Lho Mata Uang yang Dulu Dipakai di RI

ADVERTISEMENT

Bukan Rupiah, Ini Lho Mata Uang yang Dulu Dipakai di RI

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 09 Sep 2022 14:19 WIB
Bukan Rupiah, Ini Lho Mata Uang yang Dulu Dipakai di RI
Bukan Rupiah, Ini Lho Mata Uang yang Dulu Dipakai di RI/Foto: Sylke Febrina/detikcom
Jakarta -

Mata uang rupiah terus mengalami perkembangan dari masa ke masa. Awalnya saat Indonesia masih di bawah pemerintahan kolonial, mata uang masih menggunakan gulden.

Jauh sebelum itu, uang-uang kuno di masa kerajaan Hindu Budha masih menggunakan emas bulat dengan gambar huruf Dewanagari. Namanya uang Ma. Lalu ada juga uang kuno yang berbahan perak.

Kemudian di Museum Bank Indonesia (BI) ada juga uang Gobog yang berasal dari kerajaan Majapahit. Uang Gobog ini terbuat dari tembaga dengan desain yang menggambarkan kehidupan atau pekerjaan masyarakat Majapahit.

Lalu masuk ke era kerajaan islam. Mulai masuk koin emas dengan pecaha 1 Dirham. Desain utama mayoritas tulisan Arab. Pada era perdagangan yaitu 1511-1816 juga banyak uang-uang yang digunakan untuk bertransaksi, mulai dari Real Spanyo, Stuiver, Duit, Dukaton dan Ropij Jawa.

Selanjutnya di masa kolonial Belanda pada periode 1816-1942 diketahui bahwa uang-uang gulden baik koin maupun kertas yang digunakan sebagai alat pembayaran, diterbitkan oleh Pemerintah Kolonial Hindia Belanda dan De Javasche Bank.

Mulai banyak uang kertas dengan pecahan dan ukuran yang berbeda. Tak cuma uang ada juga token perkebunan yang diterbitkan dan digunakan saat itu.

Saat era kolonial, Belanda menerbitkan uang kertas di Batavia bergambar Ratu Wilhemina. Dengan pecahan 1 gulden. Kemudian ada juga gulden dengan gambar wayang orang yang diterbitkan pada 25 November 1938.

Bukan Rupiah, Ini Lho Mata Uang yang Dulu Dipakai di RIBukan Rupiah, Ini Lho Mata Uang yang Dulu Dipakai di RI Foto: Sylke Febrina/detikcom

Hingga pada era pemerintahan Jepang juga menerbitkan uang kertas pecahan 1 cent periode 1942-1945. Kemudian ada juga uang Dai Nippon Teikoku Seihu Sepoeloeh Roepiah bergambar Gatot Kaca.

Selanjutnya pada era 1945-1965 mulai masa pemerintahan RI. Pemerintah Indonesia memberlakukan ORI secara resmi sebagai mata uang pertama pada 30 Oktober 1946, setahun setelah kemerdekaan RI. Sejarah berharga ini kemudian disahkan dalam UU RI NO. 19 Tahun 1946. Akan tetapi, penerbitan ORI sendiri ternyata melalui berbagai perjuangan panjang yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan bangsa ini.

Beragamnya mata uang saat itu dianggap merugikan perekonomian Indonesia. Maka, dua bulan setelah kemerdekaan, tepatnya pada Oktober 1945, ide mencetak mata uang tunggal Republik Indonesia muncul. Digagas pertama kali oleh Sjafruddin Prawiranegara, anggota Badan Pengurus Komite Nasional Indonesia Pusat (badan legislatif sementara RI/BP-KNIP) yang kemudian menjabat sebagai Menteri Keuangan. Pada waktu itu, Sjafruddin menyodorkan usulannya itu kepada Wakil Presiden Indonesia Mohammad Hatta.

Awalnya Hatta sempat ragu, namun perlahan diyakinkan Sjafruddin hingga akhirnya pemerintah sepakat mencetak uang sendiri. Pada 7 November 1945, Menteri Keuangan A.A Maramis membentuk Panitia Penyelenggara Pencetakan Uang Kertas Republik Indonesia.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT