ADVERTISEMENT

Bank Daerah Pimpin Sindikasi Kredit ke Multifinance

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Jumat, 23 Sep 2022 17:06 WIB
BUMN percetakan uang, Perum Peruri dibanjiri pesanan cetak uang dari Bank Indonesia (BI). Pihak Peruri mengaku sangat kewalahan untuk memenuhi pesanan uang dari BI yang mencapai miliaran lembar. Seorang petugas tampak merapihkan tumpukan uang di cash center Bank Negara Indonesia Pusat, kawasan Sudirman, Jakarta, Senin (21/10/2013). (FOTO: Rachman Haryanto/detikFoto)
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

PT Bank DKI terus mendorong ekspansi kredit lewat pembiaya sindikasi. Terbaru, bank ini memimpin pemberian kredit sindikasi ke PT BFI Finance Indonesia Tbk senilai Rp 1,6 triliun .

Dalam sindikasi tersebut, Bank DKI ditunjuk sebagai Mandated Lead Arranger sekaligus sebagai Agen Fasilitas, Agen Jaminan dan Agen Escrow bersama dengan tiga Bank Pembangunan Daerah (BPD) lainnya yakni Bank Jatim, Bank Papua, dan Bank Kalsel.

Direktur Komersial dan Kelembagaan Bank DKI, Herry Djufraini menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bank Jatim, Bank Papua, dan Bank Kalsel yang telah berpartisipasi serta atas kepercayaan PT BFI Finance Indonesia kepada Bank DKI yang telah ditunjuk sebagai Mandated Lead Arranger.

"Penyaluran kredit sindikasi ini dapat menjadi salah satu stimulus pertumbuhan ekonomi yang semakin membaik," kata Herry dalam keterangan resminya, Jumat (23/9/2022).

Dengan total penyaluran kredit sebesar Rp1,6 triliun, secara rinci Bank DKI berpartisipasi sebesar Rp 500 miliar, Bank Jatim dan Bank Papua masing-masing Rp 400 miliar serta Bank Kalsel Rp300 miliar.

Herry menambahkan, eksistensi BFI Finance Indonesia serta pencapaian kinerjanya yang terus bertumbuh positif tentu patut untuk diapresiasi, terutama di tengah kondisi Indonesia yang saat ini berada pada momentum kebangkitan dan pemulihan ekonomi sebagai dampak terkendalinya pandemi Covid-19.

Sementara itu Presiden Direktur BFI Finance, Francis Lay Sioe Ho mengapresiasi dukungan para kreditur yang telah memberikan kepercayaan kepada BFI Finance sebagai mitra bisnis yang tumbuh dan berkembang bersama untuk meningkatkan inklusi keuangan nasional.

"Fasilitas ini akan digunakan untuk mendukung aktivitas pembiayaan di seluruh wilayah di Indonesia dan akan digunakan untuk membantu target pencapaian pertumbuhan pembiayaan perusahaan kami yang diprediksi akan melebihi 25% di akhir 2022 serta diproyeksikan terus bertumbuh di tahun-tahun mendatang," katanya.

Saat ini Bank DKI terus melakukan akselerasi penyaluran kredit. Per Juni 2022, bank ini mencatatkan portofolio kredit tumbuh sebesar 20,15% YoY menjadi 43,64 triliun. Herry bilang, pertumbuhan kredit terjadi pada seluruh segmen, dengan pertumbuhan segmen mikro yang memiliki prosentase pertumbuhan tertinggi sebesar 34,77% pada kuartal II 2022.

"Tentunya kita berharap, melalui sinergi BPD dalam kolaborasi penyaluran kredit sindikasi bersama BFI Finance Indonesia ini diharapkan dapat menjadi kontribusi berarti bagi akselerasi pertumbuhan ekonomi kedepannya", tutup Herry.

(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT