ADVERTISEMENT

Tapal Batas

Keren! Scan QRIS Sudah Rambah Warung di Perbatasan RI-Malaysia

Nurcholis Maarif - detikFinance
Senin, 26 Sep 2022 14:35 WIB
Transaksi menggunakan QRIS di perbatasan RI-Malaysia.
Foto: dok. detikcom/Rifkianto Nugroho
Bengkayang -

Bank Indonesia tengah menggencarkan penerapan transaksi nontunai dan penggunaan Quick Response Standard Indonesia (QRIS) ke masyarakat dan pelaku ekonomi. Kini penerapan QRIS sudah menjangkau wilayah perbatasan yang jauh dari pusat kota besar.

Sebanyak 43 pedagang yang ada di Pasar Simpang Take, Kecamatan Jagoi Babang dan Pasar Seluas, Kecamatan Seluas sudah menerima pembayaran nontunai karena sudah punya QRIS di tokonya. Adapun toko yang sudah menerima pembayaran nontunai itu merupakan pedagang sembako hingga warung makan dan minum.

Sebagai informasi, Jagoi Babang dan Seluas merupakan dua kecamatan yang ada di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia. Adapun para pedagang yang telah memiliki QRIS di wilayah ini mendapat pendampingan dari BRI Unit Seluas dalam pembuatan QRIS hingga penerapannya.

"Dan posisi terakhirnya, untuk QRIS (yang sudah diterapkan dari pendampingan) di BRI Unit Seluas sampai dengan posisi bulan Agustus 2022 sudah kurang lebih ada 43 merchant QRIS. Dan memang ada di pusat perdagangan seperti di pasar, seperti warung sembako, tempat makanan dan minuman, iya saat ini lebih banyak di tempat seperti itu," ujar Kepala Unit Bank BRI Seluas Zerry Hudha kepada detikcom belum lama ini.

Ia menjelaskan para pedagang mendapat pendampingan dari tim Marketing dan Analisis Mikro (Mantri) BRI Unit Seluas. Para mantri itu mengawal dan mengedukasi agar para pedagang nantinya bisa sendiri dalam mengelola QRIS tersebut.

Transaksi menggunakan QRIS di perbatasan RI-Malaysia.Transaksi menggunakan QRIS di perbatasan RI-Malaysia. Foto: dok. detikcom/Rifkianto Nugroho

"Kalau untuk pendampingan, terutama teman-teman mantri itu mereka mengawal yang kita utamakan terutama dari nasabah lama dulu, yang istilahnya udah punya toko berdagang, itu dibantu, dikawal untuk persiapan persyaratan, sehingga sampai nanti udah jadi barcode QRIS-nya," ujar Zerry.

"Kemudian kita bantu edukasi juga untuk transaksinya, istilahnya supaya mereka paham transaksinya sehingga bisa berjalan sendiri nantinya," imbuhnya.

Lebih lanjut Zerry menjelaskan tak hanya dari penggunaan QRIS, pihaknya juga mencatat peningkatan layanan mobile banking di wilayahnya. Bahkan angkanya meningkat dua kali lipat jika dibandingkan tahun sebelumnya.

Transaksi menggunakan QRIS di perbatasan RI-Malaysia.Transaksi menggunakan QRIS di perbatasan RI-Malaysia. Foto: dok. detikcom/Rifkianto Nugroho

"Penggunaan m-banking, saat sekarang meningkat atau di BRI itu, BRIMO. Kalau berdasarkan data saja di BRI Unit Seluas itu, untuk user terasa meningkat di posisi hingga tahun 2022 bulan Agustus, penggunanya 781 user. Sedangkan untuk dibanding tahun lalu sudah bertambah 316 user. Jadi bisa dibilang di tahun 2022 peningkatannya lebih dari setengahnya dibanding tahun 2021," jelas Zerry.

Salah satu yang mendapatkan pendampingan dalam penerapan QRIS ialah Jambakri, pedagang toko sembako yang juga agen BRILink di Pasar Seluas. Ia mengaku ada beberapa pelanggannya yang menggunakan transaksi nontunai tersebut meski tidak banyak.

"Dulu pernah saya pajangin bahkan saya fotocopy banyak tapi masyarakat kurang banyak penggunanya. Ada satu dua yang menggunakan QRIS," ujarnya.

detikcom bersama BRI mengadakan program Tapal Batas yang mengulas perkembangan ekonomi, infrastruktur, hingga wisata di beberapa wilayah terdepan Indonesia. Untuk mengetahui informasi dari program ini ikuti terus berita tentang Tapal Batas di tapalbatas.detik.com!



Simak Video "QRIS, Solusi Transaksi 3 Koki Kampung Kuliner"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT