Ramalan Luhut: The Fed Naikkan Suku Bunga Sampai 4,75% Tahun Ini

ADVERTISEMENT

Ramalan Luhut: The Fed Naikkan Suku Bunga Sampai 4,75% Tahun Ini

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 27 Sep 2022 11:34 WIB
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan/Foto: KEMENKO MARVES
Jakarta -

Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) baru saja menaikkan suku bunga. Tercatat sudah tiga kali The Fed menaikkan suku bunga, kini suku bunga The Fed sudah mencapai 3-3,25%.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memprediksi The Fed masih terus menaikkan suku bunga acuannya. Dia memprediksi sampai akhir tahun mungkin suku bunga The Fed bisa mencapai 4,75%.

Maka dari itu menurutnya ekonomi Indonesia sudah seharusnya mulai mewaspadai dampak kenaikan suku bunga ini. Dia bilang suka tidak suka, dampak kenaikan suku bunga The Fed pasti akan berdampak ke ekonomi Indonesia.

"The Fed akan menaikkan suku bunganya sampai 4,75% sampai akhir tahun. Suka tidak suka itu akan berdampak ke ekonomi Indonesia juga," kata Luhut dalam pidatonya di perayaan Hari Maritim Nasional 2022, yang disiarkan virtual, Selasa (27/9/2022).

Sebelum Luhut, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pengetatan moneter berupa kenaikan suku bunga acuan di bank sentral sejumlah negara menjadi ancaman baru ekonomi dunia. Dia menyebutkan ekonomi global berisiko resesi pada 2023.

Sikap The Fed yang mengerek suku bunga acuan 75 basis poin (bps) dari 2,25-2,5% menjadi 3-3,25% pada September 2022 turut memantik gejolak berbagai bank sentral dunia. Menurut catatannya, The Fed yang sudah menaikkan bunga acuan 300 bps sejak awal tahun untuk merespons inflasi yang mencapai 8,3%.

"Bank Dunia sudah menyampaikan kalau bank sentral di seluruh dunia melakukan peningkatan suku bunga secara cukup ekstrem dan bersama-sama, maka dunia pasti mengalami resesi di 2023. Inilah yang sekarang sedang terjadi," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTa secara virtual, Senin (27/9/2022) kemarin.

Bank Indonesia (BI) pun sudah memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 50 bps menjadi 4,25%. Suku bunga deposit facility juga naik sebesar 50 bps menjadi 3,5%, sedangkan suku bunga lending facility naik sebesar 50 bps menjadi 5%.

Bicara soal prediksi kenaikan suku bunga The Fed, Ekonom Permata Bank Josua Pardede memprediksi suku bunga The Fed diperkirakan naik hingga 4,25-4,5% sampai akhir tahun ini. Semakin tinggi suku bunga The Fed dapat membuat nilai tukar dolar AS terus menguat terhadap rupiah.

"Suku bunga Fed diperkirakan hingga akhir tahun ini akan menaikkan suku bunga hingga 4,25-4,5%," papar Josua kepada detikcom.

Nilai tukar dolar AS terhadap Rupiah pagi ini makin menggila. Mata uang negeri Paman Sam sudah tembus lebih dari level Rp 15.100.

Mengutip data perdagangan RTI, Selasa (27/9/2022), dolar AS diperdagangkan di level Rp 15.135. Angka itu naik 0,50%. Kurs dolar AS terpantau sempat menyentuh level tertingginya di posisi Rp 15.139. Sementara untuk posisi terendahnya di level Rp 15.060.

Simak Video: Sinyal Sri Mulyani soal Dunia Akan Resesi

[Gambas:Video 20detik]




(hal/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT