Wakil Ketua Komisi XI Dukung BSI Jadi Lokomotif Keuangan Syariah RI

ADVERTISEMENT

Wakil Ketua Komisi XI Dukung BSI Jadi Lokomotif Keuangan Syariah RI

Mega Putra Ratya - detikFinance
Senin, 03 Okt 2022 14:16 WIB
Wakil Ketua Komisi XI DPR Fathan Subchi
Foto: istimewa
Jakarta -

PT Bank Syariah Tbk (BSI) berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja signifikan dan berkualitas sepanjang 2022. PT BSI pun dinilai layak menjadi lokomotif keuangan syariah di Indonesia.

"Di tengah kondisi perekonomian yang menantang akibat gejolak ekonomi global, pada kuartal II/2022, BSI mampu membukukan laba bersih mencapai Rp2,13 triliun, tumbuh 41,31% year on year (yoy). Capaian kinerja ini mengambarkan soliditas kinerja dari jajaran direksi dan komisaris sehingga mampu terus meraih kepercayaan konsumen," ujar Wakil Ketua Komisi XI Fathan Subchi, Senin (3/10/2022).

Dia mengungkapkan kepercayaan konsumen kepada PT BSI bisa terlihat dari besarnya penempatan dana pihak ketiga (DPK) yang tahun ini mencapai Rp244,6 triliun. Angka ini tumbuh 13,07% year on year (yoy) dengan proporsi DPK didominasi oleh tabungan wadiah, giro, dan deposito.

"Kepercayaan masyarakat terhadap tabungan BSI menghantarkan tabungan BSI berada pada posisi Top 5 industri perbankan nasional," katanya.

Soliditas kinerja PT BSI ini, lanjut Fathan juga ditunjukkan dari sektor pembiayaan yang terus tumbuh dan sehat. Pembiayaan BSI secara keseluruhan sebesar Rp191,29 triliun tumbuh 18,55%. Segmen pembiayaan terbesar yang menyokong capaian tersebut di antaranya pembiayaan mikro tumbuh 31,13%, pembiayaan konsumer tumbuh 21,66%, pembiayaan wholesale tumbuh 20,34%, pembiayaan kartu tumbuh 22,87% dan gadai emas tumbuh 20,07%.

"Raihan ini juga didukung NPF Nett sebesar 0,74%. Adapun cash coverage BSI meningkat signifikan menjadi 157,93%," katanya.

Aset PT BSI, kata Fathan juga terus menunjukkan pertumbuhan positif. Jika dibandingkan dengan tahun lalu pertumbuhan asset PT BSI tumbuh sebesar 12,46% menjadi Rp277,34 triliun. Selain itu, BSI juga terus meningkatkan efektivitas dan efisiensi biaya dengan membaiknya biaya operasional (BOPO) menjadi 74,50%.

"Dengan adanya efektivitas dan efisiensi biaya operasional ini maka potensi keuntungan dan laba perusahaan akan semakin besar. Dan ini tentu menjadi kabar gembira di tengah harapan kian menguatnya pasar syariah di Indonesia," katanya.

Legislator PKB asal Jawa Tengah ini menegaskan jika Indonesia mempunyai potensi besar dalam pengembangan keuangan dan perbankan syariah. Baik dari sisi populasi yang merupakan basis muslim terbesar maupun besarnya produk halal baik dari bidang kuliner, fashion, hingga pariwisata.

"Besarnya potensi keuangan dan perbankan syariah ini harus bisa dimanfaatkan dan dioptimalkan oleh etintas dalam negeri seperti PT Bank Syariah Indonesia," pungkasnya.



Simak Video "Bank Syariah Indonesia Dobrak Pasar Timur Tengah"
[Gambas:Video 20detik]
(mpr/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT