Kacau Sih! Orang Amrik Ternyata Juga 'Gaptek' Pakai Kartu Kredit

ADVERTISEMENT

Kacau Sih! Orang Amrik Ternyata Juga 'Gaptek' Pakai Kartu Kredit

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 06 Okt 2022 08:55 WIB
Bayar Kartu Kredit
Foto: Bayar Kartu Kredit (Tim Infografis Fuad Hasim)
Jakarta -

Sebuah studi di Amerika Serikat menunjukkan bahwa masyarakat di negeri Paman Sam telah membayar tagihan kartu kredit lebih mahal. Hal itu terjadi karena adanya kesalahpahaman berupa menyisakan saldo pembayaran dari bulan ke bulan akan meningkatkan skor kredit.

Dilansir dari CNBC, Kamis (6/10/2022), setidaknya ada 46% orang Amerika salah percaya meninggalkan saldo kecil di kartu mereka lebih baik untuk skor kredit mereka daripada melunasi saldo setiap bulan. Hal ini ditemukan dalam studi yang dilakukan NerdWallet.

Banyak orang Amerika telah melakukan kesalahan yang mahal. Faktanya, berapa pun jumlah utang bergulir secara bulanan justru akan membebani pengguna dengan biaya bunga.

Beban bunga ini biasanya tidak dihitung berdasarkan berapa banyak hutang yang digulung ke periode laporan bulan berikutnya, melainkan pada saldo rata-rata harian pengguna. Menyisakan pembayaran saldo kredit juga bisa menurunkan nilai kredit.

"Secara finansial, Anda diuntungkan dengan mencoba membayar sebanyak yang Anda bisa," kata Paul Siegfried, wakil presiden senior dan pemimpin bisnis kartu kredit di TransUnion.

Pakar kredit umumnya menyarankan pengguna kartu kredit untuk menjaga utang bergulir di bawah 30% dari kredit mereka yang tersedia. Hal ini dilakukannya untuk membatasi efek saldo tinggi pada nilai kredit Anda.

Namun, menurut laporan Bank Rate, hampir setengah dari pemegang kartu kredit justru membawa hutang kartu kredit dari bulan ke bulan. Hal ini membuatnya biaya bunga pada saldo tersebut semakin mahal.

Sementara itu, tarif kartu kredit sekarang sudah lebih mahal. Tarif sudah naik menjadi 18% dan kemungkinan akan mencapai 20% pada awal tahun depan karena Federal Reserve terus menaikkan suku bunga untuk memerangi inflasi.

Menurut analisis WalletHub, kenaikan suku bunga sejauh ini, para pengguna kartu kredit tersebut akan membayar sekitar US$ 20,9 miliar lebih banyak pada tahun 2022 daripada yang seharusnya.

(hal/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT