Bank DKI Cetak Laba Rp 726 M, Lompat Nyaris 30%

ADVERTISEMENT

Bank DKI Cetak Laba Rp 726 M, Lompat Nyaris 30%

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 26 Okt 2022 19:15 WIB
Di tengah merebaknya pandemi COVID-19 yang juga melanda Indonesia, Bank DKI masih dapat mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang positif.
Bank DKI Cetak Laba Rp 726 M, Lompat Nyaris 30%/Foto: dok. Bank DKI
Jakarta -

Pada kuartal III-2022, Bank DKI mencatatkan laba bersih Rp 726 miliar atau tumbuh 28,83% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 564 miliar. Direktur Utama Bank DKI Fidri Arnaldy mengungkapkan laba bersih ditopang oleh pertumbuhan kredit Rp 46,7 triliun atau tumbuh 26,82% dibandingkan September 2021 Rp 36,9 triliun.

Fidri menjelaskan rasio kredit bermasalah (NPL) Bank DKI tercatat 1,81% secara gross. Lebih rendah dibandingkan periode September 2021 sebesar 2,93%. Selanjutnya Loan at Risk (LAR) sebesar 13,68% dibandingkan periode September 2021 sebesar 17,32%.

"Bank DKI berupaya untuk mengedepankan prinsip kehati-hatian," kata dia dalam keterangan tertulis, Rabu (26/10/2022).

Dana pihak ketiga (DPK) Bank DKI tercatat Rp 60,9 triliun atau tumbuh 29,51%. Lalu total aset mencapai RP 75,24 triliun atau tumbuh 26,9%.

Direktur Keuangan & Strategi, Romy Wijayanto menjelaskan bahwa pencapaian pertumbuhan kredit didorong oleh pertumbuhan sejumlah segmen kredit secaraYear on Year(yoy), diantaranya segmen mikro (46,76%), ritel (37,73%), menengah dan komersial (31,56%), dan segmen konsumer (12,95%) serta pembiayaan Syariah (12,43%).

Sedangkan untuk DPK, Giro tumbuh 41,06%, Deposito tumbuh 34,22%, dan tabungan tumbuh 2,90%. Dengan pertumbuhan kredit dan DPK tersebut, posisi Loan to Deposit Ratio(LDR) terjaga di 76,68%.

Peningkatan kinerja Bank DKI juga diikuti dengan perbaikan sejumlah rasio penting, sampai dengan September 2022 Rasio Return on Equity(ROE) telah berhasil menembus double digit, tercatat sebesar 10,48% dari sebelumnya sebesar 8,24% pada September 2021.

Selanjutnya, Rasio Beban Operasional dibanding Pendapatan Operasional (BOPO) juga dapat terjaga di kisaran 76,28% dengan Net Interest Margin(NIM) 4,67% yang artinya Bank DKI mampu menjaga tingkat efisiensi disertai dengan penurunan Cost of Fund(CoF) yang dimiliki. Selain itu, perolehan laba bersih yang meningkat 28,83% didukung oleh peningkatan pendapatan bunga bersih sebesar 9,8%, juga pendapatan operasional selain bunga naik 24,6% dengan beban operasional naik 6,9%.

"Dalam upaya meningkatkan dana murah, Bank DKI mengembangkan superapp JakOne Mobile yang hadir dengan tampilan lebih menarik dan user friendly serta fitur yang semakin lengkap", Jelas Romy.

Salah satu fitur baru yang tersedia adalah pembukaan rekening tabungan secara online tanpa harus ke kantor cabang,serta fitur mobile cash yang memungkinkan nasabah melakukan penarikan tunai di mesin ATM tanpa kartu.Pengguna juga dapat dengan mudah melakukan pembayaran menggunakan metode Scan to Pay langsung dari aplikasi JakOne Mobile di berbagai merchant berlogo QRIS.

Selain itu, Bank DKI juga mengimplementasikan aplikasi JakOne Abank yang memungkinkan para pelaku UMKM bergabung menjadi agen dan melayani berbagai transaksi perbankan serta mendapatkan penghasilan dari setiap transaksi, yang sampai dengan September 2022 berjumlah 2.522merchantJakOne Abank.

Lebih lanjut, Fidri mengatakan bahwa kinerja keuangan Bank DKI yang terus menunjukkan pertumbuhan positif juga menjadi salah satu bukti nyata keberhasilan atas upaya transformasi yang dilakukan oleh Bank DKI sejak tahun 2021. "Melihat keberlanjutan kinerja yang positif, kami optimis Bank DKI mampu mencapai target yang dicanangkan oleh pemegang saham hingga akhir tahun 2022" tutup Fidri.

(kil/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT