Begini Jurus Lembaga Negara Pangkas Kredit Macet

ADVERTISEMENT

Begini Jurus Lembaga Negara Pangkas Kredit Macet

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 27 Okt 2022 18:05 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Untuk meningkatkan profesionalitas, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/Indonesia Eximbank sebagai Special Mission Vehicle Kementerian Keuangan RI mewujudkan komitmen dengan berkolaborasi bersama Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN). Keduanya bekerja sama memangkas kredit bermasalah.

LPEI dan DJKN menjalin kerja sama pelaksanaan lelang eksekusi sesuai pasal 6 undang-undang Hak Tanggungan dan lelang eksekusi jaminan Fidusia.

Kolaborasi ini dituangkan dalam penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara DJKN dan LPEI tentang pelaksanaan lelang eksekusi pasal 6 undang-undang hak tanggungan dan lelang eksekusi jaminan fidusia.

Penandatanganan ini dilakukan di kantor pusat LPEI, Direktur Pelaksana Bidang Hubungan Kelembagaan LPEI, Chesna F. Anwar menyampaikan PKS antara LPEI dan DJKN Kemenkeu ini menunjukkan bahwa ada sinergi dan kolaborasi kedua lembaga dalam rangka peningkatan kerja sama melalui pelaksanaan tugas, fungsi dan wewenang masing-masing lembaga.

"Kerja sama ini merupakan momentum bagi LPEI sebagai salah satu upaya untuk menurunkan rasio pembiayaan bermasalah dan kolaborasi ini dengan DJKN diharapkan dapat mengoptimalkan peran masing-masing dalam pelaksanaan lelang eksekusi," kata Chesna dalam siaran pers, ditulis Kamis (27/10/2022).

Dia mengungkapkan ruang lingkup kerja sama akan mencakup layanan lelang aset, lelang eksekusi hak tanggungan dan lelang eksekusi jaminan fidusia serta kegiatan lain yang mendukung pelaksanaan lelang tersebut.

Chesna mengharapkan LPEI dapat memperoleh pemulihan yang optimal dari hasil kolaborasi dan dukungan dari DJKN terkait pelaksanaan lelang eksekusi Hak Tanggungan dan Jaminan Fidusia atas Agunan Debitur LPEI.

Direktur Lelang DJKN Kemenkeu RI, Joko Prihanto menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin baik saat ini dan berharap kerja sama ini dapat membantu LPEI dalam menekan kredit bermasalah yang tengah dihadapi.

"Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi pengungkit keberhasilan untuk meningkatkan kinerja keuangan yang sedang dihadapi LPEI. Agar menjadi perhatian bersama antara DJKN dan LPEI untuk dapat melaksanakan apa yang sudah disepakati bersama sehingga Perjanjian Kerja Sama ini tidak sebatas seremonial saja. Selain itu kami berharap target pelaksanaan lelang eksekusi ini dapat lebih besar lagi sehingga hasilnya optimal," ujar Joko.



Simak Video "Bank Jateng Gandeng KPK Tagih Kredit, 35 Debitur Nakal Siap Ngangsur"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT