Amit-amit Jangan Sampai Jadi Korban Investasi Bodong, Simak Tipsnya

ADVERTISEMENT

Amit-amit Jangan Sampai Jadi Korban Investasi Bodong, Simak Tipsnya

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 12 Nov 2022 12:00 WIB
Infografis ciri-ciri investasi bodong
Ilustrasi/Foto: Infografis/Luthfy Syahban
Jakarta -

Investasi ilegal masih saja bergentayangan di masyarakat. Paling baru adalah kasus investasi dari robot trading Net89. Dalam kasus ini ada beberapa publik figur yang terlibat dan dilaporkan ke Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

Yang terbaru, Bareskrim Polri menetapkan tersangka baru yaitu Reza Paten yang diduga melakukan penipuan investasi bodong dengan modus robot tradng Net89.

Penetapan tersebut tentuya menambah daftar nama yang didakwa menjadi otak di balik kasus-kasus investasi bodong robot trading seperti Indra Kesuma (Indra Kenz), Fakar Suhartami Pratama (Fakarich) hingga Doni Salmanan. Dikutip dari Lifepal.co.id ada beberapa tips yang bisa disimak sebelum memilih investasi.

Co Founder Lifepal.co.id sebelum berinvestasi harus melakukan pengecekan riwayat dan legalitas penyedia investasi. Benny mengimbau calon investor harus gencar melakukan riset terhadap lembaga atau perusahaan yang menawarkan investasi. Dengan memiliki informasi lebih detail termasuk mengenai legalitasnya, tentunya kamu akan semakin lebih tenang ketika mengeluarkan uang untuk investasi.

"Salah satu hal penting yang bisa kamu lakukan adalah memastikan apakah lembaga terkait memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jangan hanya terpaku dari satu sumber informasi saja seperti statement dari perusahaan investasi bahwa perusahaannya telah terdaftar di OJK," ujar dia dalam keterangannya, Sabtu (12/11/2022).

Benny menyebutkan, jika ada tawaran imbal hasil yang besar jangan gampang tergiur. Calon investor harus memahami jika keuntungan yang tinggi akan disertai dengan risiko yang tinggi.

Lalu jangan pernah investasi karena ikut-ikutan. "Kalau tidak paham dan tidak mau paham mengenai investasinya, lebih baik tidak ikut-ikutan untuk mengeluarkan anggaran hanya dikarenakan FOMO (Fear Of Missing Out). Keputusan instan untuk ikut-ikutan melakukan investasi tanpa persiapan dan strategi yang tepat sangat rentan. Banyak orang yang merugi di tengah jalan dan kemudian memutuskan untuk langsung berhenti yang tentunya," jelas dia.

Saat ini, memang banyak artis atau influencer yang mempromosikan investasi. Jangan langsung melakukan investasi hanya karena kamu melihat promosi dari publik figur idola atau kesayangan.

Banyaknya publik figur yang terseret dalam pemeriksaan bahkan turut menjadi korban menunjukkan fakta bahwa kehadiran mereka tidak serta merta menjamin akan memperoleh keuntungan sesuai dengan yang dijanjikan.

Selanjutnya bisa membekali diri mulai dengan dana darurat hingga proteksi asuransi. Lalu jangan lupa bahwa di dalam dunia investasi pasti ada kemungkinan nilai investasi mengalami kerugian. Oleh karena itu persiapkan rencana cadangan apabila hal berjalan tidak sesuai yang kita harapkan, mulai dari dana darurat, kemudian jangan tempatkan seluruh uang pada instrumen investasi, hingga memiliki asuransi untuk melindungi diri maupun keluarga dari kejadian-kejadian yang tidak diinginkan. Khusus untuk asuransi, kita dapat terhindar dari kerugian finansial yang mendadak.

Asuransi seperti asuransi kesehatan, asuransi jiwa hingga asuransi kendaraan menjadi bekal yang akan berguna di masa depan serta menawarkan ketenangan pikiran di masa sekarang. Sebagai penutup, Benny menambahkan bahwa ratusan pilihan polis asuransi terbaik, mulai dari pilihan asuransi kendaraan, kesehatan dan jiwa dapat diakses dengan mudah melalui website Lifepal.co.id.

"Hanya dengan sentuhan jari di gadget atau laptop, masyarakat dapat memilih asuransi mulai dari asuransi jiwa, kesehatan, kendaraan dan lainnya yang menyesuaikan dengan kebutuhan dan tak kalah penting, yaitu anggaran masing-masing." tutup Benny.

(kil/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT