Bunga Acuan BI Naik, Bunga Bank Ancang-ancang Nyusul

ADVERTISEMENT

Bunga Acuan BI Naik, Bunga Bank Ancang-ancang Nyusul

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 17 Nov 2022 15:40 WIB
Meski Bank Indonesia sudah memangkas bunga acuan, namun bunga kredit bank masih selangit
Foto: Infografis/Fuad Hasim/detikcom: Bunga bank selangit
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) mengungkapkan suku bunga kebijakan bank sentral sudah mendorong kenaikan suku bunga di pasar uang.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan memang kenaikan suku bunga di perbankan terbatas.

Dia menjelaskan suku bunga IndONIA pada 16 November 2022 naik 150 bps dibandingkan akhir Juli 2022 menjadi sebesar 4,3%, sejalan dengan kenaikan BI7DRR dan penguatan strategi operasi moneter Bank Indonesia.

Kemudian imbal hasil surat berharga negara (SBN) tenor jangka pendek meningkat 143 bps, sementara imbal hasil SBN tenor jangka panjang relatif terjaga.

Sementara itu, kenaikan suku bunga perbankan, baik suku bunga dana maupun suku bunga kredit, lebih terbatas.

"Suku bunga deposito 1 bulan pada Oktober 2022 naik menjadi 3,4% dari 2,89% pada Juli 2022, sementara suku bunga kredit Oktober 2022 meningkat terbatas menjadi 9,09% dari 8,94% pada Juli 2022," kata Perry dalam konferensi pers, Kamis (17/11/2022).

Dia menjelaskan masih terbatasnya kenaikan suku bunga tersebut seiring dengan likuiditas yang masih longgar yang memperpanjang efek tunda (lag effect) transmisi suku bunga kebijakan pada suku bunga dana dan kredit.

Pertumbuhan kredit pada Oktober 2022 tercatat sebesar 11,95% (yoy), ditopang oleh peningkatan di seluruh jenis kredit dan hampir seluruh sektor ekonomi.

Pemulihan intermediasi juga terjadi pada perbankan syariah, dengan pertumbuhan pembiayaan sebesar 18,4% (yoy). Dari sisi penawaran, berlanjutnya perbaikan intermediasi perbankan didukung oleh standar penyaluran kredit yang tetap longgar, seiring dengan membaiknyaappetiteperbankan dalam penyaluran kredit terutama di sektor Industri, Perdagangan dan Pertanian.

Dari sisi permintaan, peningkatan intermediasi ditopang oleh pemulihan kinerja korporasi dan rumah tangga yang terus berlanjut. Kinerja korporasi tercermin dari perbaikan kemampuan membayar, tingkat penjualan, dan belanja modal, terutama di sektor Pertambangan dan Perdagangan.

Kinerja rumah tangga tercermin dari konsumsi dan investasi rumah tangga yang membaik sejalan dengan optimisme konsumen. Di segmen UMKM, pertumbuhan kredit UMKM pada Oktober 2022 tercatat sebesar 17,50% (yoy).

"Ke depan, Bank Indonesia terus mencermati berbagai risiko makroekonomi domestik dan global yang dapat menghambat kinerja sistem keuangan, serta memperkuat sinergi dengan KSSK dalam rangka menjaga stabilitas sistem keuangan," ujarnya.

(kil/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT