Suku Bunga Diramal Naik Terus, Bagaimana Nasib Kredit Bank?

ADVERTISEMENT

Suku Bunga Diramal Naik Terus, Bagaimana Nasib Kredit Bank?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 29 Nov 2022 14:58 WIB
Meski Bank Indonesia sudah memangkas bunga acuan, namun bunga kredit bank masih selangit
Foto: Infografis/Fuad Hasim/detikcom: Bunga bank selangit
Jakarta -

Suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) terus mengalami kenaikan. Terakhir, bank sentral menetapkan bunga acuan pada level 5,25%. Ini artinya era suku bunga rendah sudah berakhir dan bunga akan berada dalam tren meningkat.

Direktur CELIOS Bhima Yudhistira Adhinegara mengungkapkan dengan tingginya bunga acuan ini maka akan mempengaruhi suku bunga kredit di bank.

Dia menyebut penyaluran kredit akan melambat seiring dengan naiknya bunga. "Pertumbuhan kredit bank bisa melambat karena bunga kredit yang tinggi," kata dia saat dihubungi, Selasa (29/11/2022).

Namun kondisi ini tak berdampak pada pertumbuhan kredit di PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) terdampak secara signifikan. Bahkan hingga kuartal ketiga tahun ini masih bertumbuh dengan baik dan permintaan terus bertambah.

"Sampai dengan kuartal ketiga tahun ini pertumbuhan kredit kami masih baik, 11,6% year-over-year. Kami lihat permintaannya masih banyak. Hanya saja kita perlu selektif agar tidak berdampak pada risiko NPL," ungkap Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi.

Dia mengungkapkan hal sama juga dengan kredit UMKM yang sampai dengan September ini mengalami pertumbuhan 27,9% yoy.

Yuddy menjelaskan penyaluran kredit bank bjb tumbuh 11,6% menjadi Rp 105,8 triliun dengan Non Performing Loan/NPL terkendali di angka 1,07%, dimana angka tersebut lebih baik dibandingkan posisi yang sama tahun lalu sebesar 1,26%.

Dia menambahkan pada kuartal III 2022 total aset bjb secara konsolidasi tumbuh 6,0% menjadi Rp 160,6 triliun. Jumlah ini membuat bank bjb berada di peringkat ke-14 dengan aset terbesar di industri perbankan nasional.

Dia menyebut kenaikan suku bunga acuan BI justru berpengaruh pada bunga simpanan seperti deposito. Tentunya akan berdampak pula pada biaya dana di institusi perbankan pada umumnya.

"Bunga simpanan terutama deposito pada bank lebih sensitif terhadap perubahan suku bunga sehingga dampak dari kenaikan suku bunga pun akan lebih awal berdampak pada biaya dana di perbankan. Kondisi membuat perbankan perlu melakukan manajemen likuiditas dengan baik agar dampaknya terhadap biaya dana tetap terkelola dengan baik," ujar Yuddy.

(kil/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT