Mendagri Sentil Banyak Dana Daerah Nganggur di Bank, DKI Jakarta Terbanyak!

ADVERTISEMENT

Mendagri Sentil Banyak Dana Daerah Nganggur di Bank, DKI Jakarta Terbanyak!

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 05 Des 2022 16:10 WIB
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian
Mendagri Tito Karnavian/Foto: Dok. Kemendagri
Jakarta -

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyentil sejumlah daerah yang masih mengendapkan uangnya di bank. Dalam paparannya daerah yang tertinggi memiliki sisa anggaran adalah DKI Jakarta.

Data yang dirilis oleh Tito tersebut merupakan data terbaru Pemutakhiran Laporan 33 Pemerintah Provinsi per 2 Desember 2022. Keterangan ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi dan Percepatan Realisasi Belanja Daerah, di Kemendagri, Senin (5/12/2022).

"Ini yang Provinsi yang tersedia per 2 Desember itu ada Rp 15 triliun di DKI Jakarta, Jawa Timur ada Rp 7,1 triliun, Jawa Barat Rp 5,9 triliun, Kalimantan Timur Rp 5,7 triliun, Aceh Rp 3,8 triliun, Jawa Tengah Rp 2,9 triliun, Sumatera Utara Rp 2,8 triliun, dan Sumatera Selatan Rp 2,2 triliun," papar Tito, di Kemendagri, Senin (5/12/2022).

Tito mengatakan semoga uang tersebut memang akan digunakan untuk menyelesaikan anggaran belanja di akhir tahun. Namun, ia meminta agar tidak terlalu banyak uang sisa untuk tahun berikutnya.

"Ini akumulasi ketersediaan semua provinsi diperkirakan masih ada di bank. Mungkin ini dipersiapkan untuk membayar di akhir tahun, mudah-mudahan untuk membayar proyek kontrak akhir tahun tetapi tolong selisih lebih banyak jangan terlalu banyak," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Tito juga mengingatkan sejumlah provinsi yang realisasi belanjanya masih setengah dari anggaran. Padahal saat ini sudah menjelang penghujung tahun.

Daerah-daerah yang disentil oleh Tito mulai dari Papua Barat, Bangka Belitung, Maluku Utara, Papua, Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Nusa Tenggara Barat.

"Yang harus mendapatkan atensi Papua Barat, ini 87% pendapatan berhasil di target tetapi realisasi belanja 55,10% ini tolong dilihat dalam rapat-rapat dengan stafnya, satu-satu dibeda performanya, yang bisa membelanjakan atau tidak, proyek-proyek akhir tahun," ucapnya.

"Bangka Belitung pendapatannya tinggi sekali, realisasi belanjanya 56%, Kalimantan Timur pendapatannya 105% tetapi belanjanya hanya 65,62%, Kalimantan Tengah pendapatannya 86,54% belanja hanya 65,97%," lanjutnya.

Tito menegaskan, daerah-daerah tersebut yang memiliki pendapatan tinggi tetapi realisasi belanjanya sedikit artinya dana sisanya itu ada di bank. Ia menyebut total dana Pemerintah Daerah yang juga diungkap oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebesar Rp 278 triliun.

"Itu yang diklaim oleh Ibu Menteri Keuangan Rp 278 triliun dana daerah di bank," tutupnya.



Simak Video "Mendagri Peringatkan 52 Kab/Kota Belum Berupaya Kendalikan Inflasi"
[Gambas:Video 20detik]
(ada/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT