Bos BI Beberkan Cara Sebut Qris yang Benar, Bukan Keris atau Kiyuris

ADVERTISEMENT

Bos BI Beberkan Cara Sebut Qris yang Benar, Bukan Keris atau Kiyuris

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 06 Des 2022 14:26 WIB
Mantri BRI, Fremar Refel Welang, mengunjungi nasabahnya di Pulau Letung, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, Sabtu (6/8/2022). PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. memperluas transaksi menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) ke pasar dan toko-toko kelontong di Kabupaten Kepulauan Anambas yang merupakan wilayah perbatasan RI dengan Malaysia, Singapura, dan Thailand.
Foto: Rafida Fauzia
Jakarta -

QR Indonesian Standard (QRIS) kini menjadi salah satu alternatif metode pembayaran di merchant-merchant.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan cara yang benar. "QR Indonesian Standard atau disingkat QRIS, mudahnya QRIS bukan Keris tapi QRIS (dibaca 'kris')," kata dia dalam Rakornas, Selasa (6/12/2022).

Dia mengungkapkan QRIS ini bisa digunakan di mana-mana. Mulai dari pusat perbelanjaan, toko, masjid sampai gereja.

"Di pasar tradisional, termasuk desa saya Pasar Gawok itu beli sate tidak pakai uang, cukup hp dengan QRIS," jelas dia.

Perry mengungkapkan kini penguna QRIS sudah mencapai 30 juta user. Tahun depan ditargetkan 45 juta user.

Dia menjelaskan QRIS sudah disambungkan secara multilateral dan sekarang sudah tersambung dengan Thailand. Lalu sedang uji coba dengan Malaysia, tahun depan dengan Singapura dan Filipina.

Dengan terkoneksinya QRIS ini maka orang Thailand yang sedang berwisata ke Bali, Yogyakarta, Bangka Belitung atau wilayah lainnya bisa menggunakan QR masing-masing untuk pembayaran.

"Jadi kalau ada orang asing datang bisa menggunakan QRIS dan ke money changer menukar rupiah lagi, bisa pakai QRIS," ujar dia.

Perry menjelaskan kini sudah banyak orang yang menggunakan QRIS di Bali. Ke depan BI dan jasa keuangan terus mengembangkan layanan ini.

"Dalam dua tahun ke depan tidak hanya bilateral tapi multilateral dan ekonomi bisa semakin maju rakyat menjadi senang," jelas dia.

QRIS ini memiliki tujuan untuk efisiensi transaksi, percepatan inklusi keuangan, memajukan UMKM yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Perry menjelaskan QRIS adalah transaksi QR asli Indonesia. "Pertanda Indonesia negara maju modern akan lebih berpendapatan tinggi, suatu standar yang diterapkan secara nasional. Yang disebut QRIS Unggul," ujarnya.

QRIS mengusung semangat UNGGUL yang mengandung makna UNiversal, GampanG, Untung, dan Langsung.

Masyarakat bisa menggunakan QRIS secara nasional akan berlaku efektif mulai 1 Januari 2020. Hal tersebut dilakukan dengan maksud memberikan masa transisi persiapan bagi Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP).

Lihat juga Video: Jokowi Pamer Kemajuan ASEAN di Bidang Pembayaran Lintas Negara

[Gambas:Video 20detik]



(kil/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT