BI Rate Naik Terus, Siap-siap Bunga Kredit Ikut Terkerek!

ADVERTISEMENT

BI Rate Naik Terus, Siap-siap Bunga Kredit Ikut Terkerek!

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 20 Jan 2023 10:43 WIB
Ilustrasi Bank Indonesia, lgo bank indonesia, bi, gedung bank indonesia di Jakarta
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI 7 Days Reverse Repo Rate naik 25 bps menjadi 5,75%. Kenaikan bunga ini merupakan langkah BI untuk menurunkan ekspektasi inflasi dan inflasi ke depan.

Dengan naiknya bunga acuan ini, akan mempengaruhi suku bunga perbankan baik deposito maupun bunga kredit.

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja menjelaskan sejak bulan Agustus 2022 lalu, BCA baru menaikkan suku bunga deposito 0,10%.

"Untuk bunga kredit (pinjaman) juga belum naik. Kecuali pinjamnya dengan basis Jakarta Interbank Offered Rate (Jibor), karena Jibornya sudah naik," kata dia kepada detikcom, Jumat (20/1/2023).

Direktur Eksekutif Segara Institute Piter Abdullah menjelaskan dengan naiknya bunga acuan ini maka akan mempengaruhi suku bunga deposito dan bunga kredit. Termasuk untuk bunga KPR baru yang akan lebih terasa kepada masyarakat.

Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan secara akumulasi BI sudah menaikkan bunga acuan 225 bps secara akumulasi sejak Agustus 2022 hingga Januari 2023. Dia menjelaskan likuiditas di perbankan itu lebih longgar. Karena sejak bunga acuan naik, bunga kredit hanya naik 0,21%.

BI mengimbau agar perbankan tidak buru-buru menaikkan suku bunga kredit, karena berlebihnya likuiditas perbankan. "Suku bunga deposito tidak harus ditransmisikan ke bunga kredit. Kami terima kasih nih ke bankir yang tidak menaikkan bunga kredit. Kalau 0,21% (masih) wajar," ujarnya.

Perry menjelaskan di pasar uang, suku bunga IndONIA pada 18 Januari 2023 naik 222 bps dibandingkan dengan level akhir sebelum kenaikan BI7DRR di bulan Juli 2022 menjadi sebesar 5,02%, sejalan dengan kenaikan BI7DRR dan penguatan strategi operasi moneter BI.

Imbal hasil SBN tenor jangka pendek meningkat 55 bps, sedangkan imbal hasil SBN tenor jangka panjang tetap terkendali. Sekadar informasi suku bunga deposito 1 bulan pada Desember 2022 tercatat 3,97% atau meningkat 108 bps dibandingkan dengan level Juli 2022, sementara suku bunga kredit Desember 2022 tercatat 9,15% atau meningkat 21 bps dibandingkan dengan level Juli 2022.

"Kenaikan suku bunga perbankan yang terbatas tersebut dipengaruhi oleh masih longgarnya likuiditas perbankan, termasuk karena dukungan kebijakan Bank Indonesia yang memberikan insentif Makroprudensial berupa pengurangan GWM bagi bank yang menyalurkan kredit kepada sektor prioritas dan inklusif," imbuh dia.

(kil/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT