3 Poin Jawaban Bos BCA soal Dana Nasabah Rp 345 Juta Dikuras Tukang Becak

ADVERTISEMENT

3 Poin Jawaban Bos BCA soal Dana Nasabah Rp 345 Juta Dikuras Tukang Becak

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 21 Jan 2023 09:00 WIB
Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja/Foto: Sylke Febrina Laucereno
Jakarta -

Kasus rekening nasabah BCA cabang Surabaya yang dikuras oleh tukang becak bikin heboh. Pasalnya uang yang dibobol mencapai Rp 345 juta.

Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja pun angkat bicara. Berikut 3 poin penting yang disampaikannya:

Nasabah Lalai

Jahja menegaskan peristiwa tersebut terjadi lantaran nasabah lalai. Apalagi dalam fakta persidangan kasus tersebut, terungkap ada kelalaian nasabah terkait nomor PIN.

Selain itu, nasabah juga lalai dalam menjaga KTP hingga buku tabungan hingga bisa berpindah tangan.

"Kasus seperti ini 1 dari 10 juta kemungkinan kejadian. Dia tahu semua PIN ATM, buku tabungan dan KTP," kata Jahja kepada detikcom, Jumat (20/1/2023).

Pencurian Data Nasabah

Jahja menegaskan peristiwa dana nasabah dibobol tersebut merupakan aksi penipuan. Di mana pelaku yang menyamar membawa KTP asli pemilik rekening, membawa buku tabungan dan nomor PIN. Kemudian dia juga bisa menirukan tanda tangan.


"Ini kasus pencurian data nasabah, karena nasabah lalai, kejadian begini 1 banding 10 juta dan pelaku sudah ditangkap," kata dia.

BCA meminta nasabah tidak memberikan data rahasia kepada pihak manapun (termasuk kerabat atau orang terdekat). Data tersebut adalah:

Personal Identification Number (PIN)
One Time Password (OTP)
Password
Response KeyBCA
Card Verification Code (CVC) atau Card Verification Value (CVV)


Bela Teller

Menurut Teller BCA bernama Maharani Istono Putri, nasabah yang belakangan diketahui sebagai pelaku pembobol rekening datang memakai masker dan peci. Setelah kasus ini terkuak, akhirnya diketahui pelaku bernama Setu seorang tukang becak, dan perawakannya sangat mirip Muin, nasabah BCA yang dananya dikuras.

Menurut teller, Setu datang membawa buku tabungan, KTP asli, dan hapal nomor PIN. Merespons peristiwa ini, Jahja tegas membela teller.

"Kita menilai teller kita nggak salah, karena data-data sudah benar," imbuh dia.

(kil/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT