Waduh! Duit Rp 320 Juta yang Dibobol Tukang Becak Ternyata Hasil Jual 2 Rumah

ADVERTISEMENT

Waduh! Duit Rp 320 Juta yang Dibobol Tukang Becak Ternyata Hasil Jual 2 Rumah

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 23 Jan 2023 16:30 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Pemilik rekening Rp 320 juta yang dibobol tukang becak ungkap fakta pilu. Muin Zachry, pemilik rekening bank tersebut mengatakan uang ratusan juta yang dibobol tukang becak itu merupakan hasil penjualan 2 rumah.

Penasihat hukum Muin, yang juga merupakan putrinya, Dewi Mahdalia menyatakan uang yang raib diambil Mohamad Thoha hasil menjual 2 rumah di Surabaya dan Sidoarjo.

Tepatnya rumah milik ayah dan ibunya yang berada di Jalan Semarang, Surabaya dan Perumahan Graha Kuncara Eksekutif, Sidoarjo. Total hasil penjualan Ro 345 juta, namun uang yang terkena bobol di dalam rekening hanya Rp 320 juta. Kini uang hasil penjualan 2 rumah yang hendak dipakai untuk keperluan keluarga itu hanya tersisa Rp 25 juta.

Mohamad Thoha yang merupakan anak kos di rumah ayahnya dan Setu, tukang becak, telah menguras Rp 320 juta dari rekening milik Muin.

"Awalnya, kan, menjual rumah di Sidoarjo dan di Jalan Semarang, Surabaya, lalu uangnya dimasukkan ke rekening semua," katanya dikutip dari detikJatim, Minggu (22/1/2023).

Dewi juga mengungkap siapa sebenarnya Mohamad Thoha, dalang pembobolan rekening yang telah mencuri kartu ATM, buku tabungan, hingga KTP milik ayahnya.

Thoha adalah pria yang menyewa kamar kos harian di lantai 2 rumahnya di Jalan Semarang selama 10 hari. Bukan kos bulanan. Saat pencurian terjadi ayahnya sedang Salat Jumat.

"Nah, kami kan ada kos-kosan harian di lantai atas, lalu ada anak kos (menyewa) 10 hari. Ya Thoha itu, dia juga sudah bayar Rp 300.000," cerita Dewi.

Ayahnya tak mengira KTP dan ATM di dompetnya yang ditinggal bersama celana dicuri oleh Thoha. Termasuk buku tabungan yang disimpan di lemari plastik.

Baca berita selengkapnya di sini.



Simak Video "Alibi Sayang Anak, Tukang Becak di Yogya Cabuli Dua Bocah"
[Gambas:Video 20detik]
(das/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT