Sri Mulyani Blak-blakan Dana Abadi Pesantren Rp 520 M, Buat Apa Saja?

ADVERTISEMENT

Sri Mulyani Blak-blakan Dana Abadi Pesantren Rp 520 M, Buat Apa Saja?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 24 Jan 2023 11:59 WIB
close up
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati beberkan kontribusi anggaran negara di balik pengembangan pendidikan santri di Indonesia. Hal ini diungkapkan Sri Mulyani dalam salah satu unggahan di akun Instagram resminya @smindrawati.

Dalam unggahannya itu, Sri Mulyani memaparkan Kementerian Agama dititipkan amanah untuk mengelola dana abadi pesantren yang diambil dari anggaran negara.

Di tahun 2022 saja nilainya mencapai Rp 520 miliar. Uang sebesar itu digunakan untuk meningkatkan fasilitas pendidikan dan juga tenaga didik para santri di Indonesia.

"Terdapat dana abadi pesantren yang dikelola oleh Kementerian Agama RI yang pada tahun 2022 anggarannya mencapai Rp 520 miliar, yang akan digunakan untuk meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan dan tenaga didik para santri di Indonesia," sebut Sri Mulyani dikutip dari keterangan unggahannya, Selasa (24/1/2023).

"Ini adalah wujud perhatian pemerintah terhadap para santri Indonesia," ujarnya.

Tak sampai di situ, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menurutnya juga sudah banyak mengirimkan santri untuk meneruskan pendidikan tinggi di luar dan dalam negeri. Setidaknya ada 820 lulusan pesantren yang menerima beasiswa S1, S2, dan S3 di luar dan dalam negeri.

Sri Mulyani juga memaparkan dalam keterangan unggahan yang sama bahwa semua pajak yang dipungut pemerintah dari masyarakat akan dikembalikan untuk masyarakat. Sri Mulyani, bahkan, menulis dengan tegas dengan dialeg Jawa Timur bila semua pajak akan dibalikke meneh alias dikembalikan lagi ke masyarakat.

"Dibalikke meneh! Setiap pajak yang dibayarkan masyarakat akan kembali ke masyarakat," ungkap Sri Mulyani.

Katanya, pajak itu dikembalikan dalam berbagai bentuk ke masyarakat. Mulai dari UMKM hingga pembangunan infrastruktur, termasuk juga untuk pembangunan pesantren maupun fasilitas para santri.

"(Pajak dikembalikan) untuk UMKM, untuk masyarakat luas. Misalnya infrastruktur, jalan tol, bendungan, dan lain-lain, termasuk untuk pesantren," sebut Sri Mulyani.

(hal/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT