Pembobol Rekening BCA Ternyata Sudah Pesan Rp 320 Juta ke Bank Sebelum Beraksi

ADVERTISEMENT

Pembobol Rekening BCA Ternyata Sudah Pesan Rp 320 Juta ke Bank Sebelum Beraksi

Denza Perdana Kurniaputra - detikFinance
Kamis, 26 Jan 2023 09:51 WIB
Sidang perkara pembobolan rekening BCA oleh tukang becak
Mohammad Thoha aktor utama pembobolan rekening BCA saat menghadiri sidang secara online di PN Surabaya/Foto: Praditya Fauzi Rahman/detikJatim
Surabaya -

Fakta baru terungkap dalam kasus pembobolan rekening BCA Rp 320 juta orang tukang becak. Otak pelaku, Mohammad Thoha, telah menyusun rapi rencananya untuk bisa membobol rekening milik Muin Zachry.

Dilansir dari detikJatim, Thoha secara tak sengaja bertemu dengan tukang becak bernama Setu yang berperawakan mirip dengan Muin. Dalam pengakuannya, ia meminta tolong kepada Setu untuk berpura-pura menjadi Muin dan mengambil uang di teller bank.

Thoha bahkan sempat pergi ke bank sehari sebelum aksi pembobolan tersebut bersama Setu untuk memesan uang Rp 320 juta. Itu terjadi pada Kamis 4 Agustus 2022, di mana Thoha mengajak Setu ke bank BCA di Jalan Indrapura untuk mengambil slip penarikan uang.

"Saya ke teller pas Kamis sama Setu. Saya bilang ke ibu kasirnya besok mau ambil uang Rp 320 juta. Dia tanya identitas dan sempat ngasih tahu disuruh bawa KTP, ATM, dan buku tabungan," ujar Thoha menjawab pertanyaan jaksa penuntut umum (JPU) Estik Dilla dalam sidang yang berlangsung Selasa (24/1) di PN Surabaya.

Thoha sendiri mengaku sudah mencari tahu tentang proses penarikan uang dalam jumlah besar melalui internet. Pada saat hari eksekusi, Jumat 5 Agustus 2022 siang, Thoha yang ngekos harian selama beberapa hari di rumah Muin di Jalan Semarang Surabaya sudah bersiap-siap.

Begitu bapak kosnya berangkat ke masjid untuk menjalankan Salat Jumat, Thoha pun beraksi. Beruntung, kamar Muin tidak dikunci. Ia mengobok-obok kamar itu dan menemukan kartu ATM serta KTP dari dompet Muin. Setelah itu, ia membuka sejumlah laci hingga menemukan buku tabungan Muin di laci plastik yang juga tidak terkunci. Seluruh kebutuhan untuk menjalankan kejahatannya telah lengkap.

Thoha segera menelepon Setu. Mereka janjian di PGS dan berangkat bersama ke kantor cabang utama di Jalan Indrapura, Surabaya. Sebelum itu, sang sutradara Thoha telah menyiapkan peci yang mirip dengan yang digunakan Muin sehari-hari agar penyamaran Setu semakin sempurna.

Pada saat Setu beraksi Thoha menunggu di luar. Alasan yang mencla-mencle sempat ia sampaikan kepada Ketua Majelis Hakim Marper Pandiangan yang bertanya mengapa dirinya menunggu di luar. "Saya merasa bersalah yang mulia," ujar Thoha.

"Yang benar yang mana? Merasa bersalah atau takut terekam CCTV? Keteranganmu di BAP seperti itu. Mana yang benar?" Sergah Marper. "Iya yang mulia, merasa bersalah dan takut terekam CCTV," jawab Thoha.

Tanpa topeng sintetis seperti di film-film bertema perampokan, saat pegawai laki-laki di bank itu sedang Salat Jumat, Setu masuk ke kantor BCA. Ia disambut petugas keamanan lalu diarahkan mengisi slip penarikan uang padahal ia sudah membawa slip yang sudah dibubuhi tanda tangan Muin yang telah dipalsu oleh Thoha.

Teller bank Maharani Istono Putri yang melayani Setu sama sekali tidak curiga. Dalam persidangan sebelumnya Maharani menyampaikan kepada majelis hakim bahwa penyamaran Setu sempurna. Ia bahkan telah meneliti spesimen tanda tangan di slip penarikan yang dia anggap identik dengan tanda tangan Muin.

Simak berita lengkapnya di sini.

Lihat juga video '3 Pegawai Pengisi Uang Curi Duit Sejumlah ATM, Nilainya Hampir Rp 2 M':

[Gambas:Video 20detik]



(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT