Semester I-2006
Laba Bersih BCA Naik 16,3%
Selasa, 29 Agu 2006 17:52 WIB
Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) membukukan laba bersih semester I-2006 sebesar Rp 2,043 triliun atau naik 16,3 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp 1,756 triliun.Pertumbuhan tersebut didukung oleh naiknya pendapatan bunga bersih sebesar 27,9 persen menjadi Rp 4,677 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp 3,656 triliun.Laba bersih per saham juga naik dari Rp 143 menjadi Rp 166 per saham. Demikian penjelasan Direktur Keuangan BCA, Jahja Setiaadmadja dalam jumpa pers kinerja BCA semester I, di Kantor BCA, Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (29/8/2006)Kredit yang disalurkan tumbuh 21 persen menjadi Rp 52,9 triliun. Meski demikian dibanding posisi akhir tahun 2005 kredit turun Rp 1,3 triliun."Selama semester I-2006 ada tambahan kredit yang ditandatangani sebesar Rp 6,5 triliun. Sebesar Rp 4 triliun terealisasi tapi ada pengembalian Rp 5 triliun sehingga growth-nya minus Rp 1 triliun," ujar Jahja.Dana Pihak Ketiga tumbuh 5,1 persen menjadi Rp 134,9 triliun. Rasio dana terhadap kredit atau Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 39,2 persen, dibanding periode yang sama tahun sebelumnya 34 persen.Rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) turun 25,8 persen menjadi 23,8 persen. Sedangkan rasio kredit macet atau Non Performing Loan (NPL) gross turun 1,7 persen menjadi 1,6 persen.Untuk semester II-2006, BCA menargetkan pertumbuhan kredit baru Rp 4-5 triliun jika kondisi ekonomi membaik. Sedangkan laba bersih semester II ditargetkan mencapai Rp 2 triliun sehingga total laba dalam satu tahun Rp 4 triliun.Jahja juga menjelaskan, Lebaran mendatang akan dijadikan test case kondisi ekonomi sampai akhir tahun."Kalau saat Lebaran daya beli masih rendah berarti kondisi pertumbuhan sampai akhir tahun tidak terlalu bagus," ujar Jahja.Jahja juga menjelaskan, penurunan suku bunga akan berakibat pada menurunnya yield dari SUN yang dimiliki BCA dari bunga variabel yang kini sebesar Rp 30 triliun.Penurunan suku bunga juga akan berpengaruh pada turunnya suku bunga kredit nasabah primer BCA serta suku bunga deposito. Namun BCA akan menikmati peningkatan margin dari obligasi pemerintah yang suku bunganya tetap.Menurut Jahja, jika semester II-2006 kondisi ekonomi membaik maka jumlah kredit akan meningkat. BCA telah mempersiapkan hal tersebut dengan menjaga likuiditas yang tercermin dari posisi secondary reserve di level Rp 24,2 triliun. Dana tersebut tersimpan di SBI dan dana antar bank baik dalam rupiah maupun dolar AS.
(ir/)











































