Sertifikasi Manajemen Risiko RI Dikloning Negara Lain

Sertifikasi Manajemen Risiko RI Dikloning Negara Lain

- detikFinance
Rabu, 30 Agu 2006 13:38 WIB
Jakarta - Sertifikasi Manajemen Risiko (SMR) yang diterapkan oleh perbankan di Indonesia merupakan yang pertama kalinya di dunia. Negara-negara lain pun akan mengadopsi program sertifikasi yang baru berumur setahun ini.SMR bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para bankir dalam melakukan tata kelola risiko, dan diselenggarakan oleh Badan Sertifikasi Manajemen Risiko (BSMR).Demikian disampaikan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Miranda S Goeltom dalam pidatonya di seminar 'Manajemen Risiko' yang diadakan BSMR sekaligus memeperingati hari ultahnya yang pertama di Hotel JW Marriott, Jalan Lingkar Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (30/8/2006)."Hal menarik bahwa program SMR yang difasilitasi oleh BI merupakan pertama kalinya di dunia dan akan diikuti oleh negara lain," kata Miranda.Miranda mengungkapkan, negara lain yang akan menyelenggarakan program serupa pada tahun 2007 antara lain US Community Banking, The Hong Kong Institute of Bankers, Monetary Authority of Singapore (MAS), dan People's Bank of China (PBC).Ia menambahkan, sama halnya dengan BSMR di Indonesia, negara-negara tersebut juga akan bekerja sama dengan Global Association of Risk Professional (GARP) yang bertempat di New York. GARP merupakan sebuah asosisasi profesi manajemen risiko sebagai penyelenggara sertifikasi Financial Risk Managers (FRM).Implementasi dari program SMR yang dilakukan BSMR telah melakukan program reguler SMR untuk level I dan II terhadap 8.515 peserta dengan tingkat kelulusan 71-88 persen. Sementara untuk program eksekutif SMR 530 pejabat bank yang terdiri dari 306 direksi dan 224 komisaris.Miranda mengharapkan manajemen risiko ini menjadi suatu budaya yang terkait dengan GCG sehingga menghasilkan suatu kebijakan yang tepat dalam melakukan keputusan bisnis."Saya berharap risk management ini senantiasa dapat menjadi bagian dalam kebutuhan kompetensi SDM dan menjadi way of life bagi pejabat bank dalam melaksanakan kegiatan operasionalnya," harap Miranda. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads