Kredit Mangkrak Terus Meningkat
Selasa, 05 Sep 2006 14:53 WIB
Jakarta - Meski tingkat suku bunga cenderung turun, namun jumlah kredit bank yang mangkrak alias tak tersalurkan (undisbursed loan) cenderung meningkat. Total undisbursed loan perbankan mencapai Rp 153,1 triliun pada bulan Mei 2006.Demikian disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam jawaban pemerintah tentang pemandangan umum DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (5/9/2006)."Hal tersebut menunjukkan bahwa debitor belum mampu menyerap dana perbankan yang tersedia, sehingga penurunan suku bunga belum tentu dapat mendorong peningkatan kredit," ujarnya.Sebelumnya Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Siti Ch Fadjrijah mengatakan akibat tidak stabilnya kondisi ekonomi tahun 2005, dana perbankan yang menganggur 2005 mencapai Rp 152 triliun.Angka ini lebih tinggi 16,9 persen dibanding jumlah kredit yang tidak tersalurkan pada 2004 sebesar Rp 130 triliun.Sri Mulyani menambahkan, penurunan laju inflasi telah diikuti oleh menurunnya suku bunga SBI. Penurunan suku bunga SBI akan diikuti oleh menurunnya suku bunga deposito dan suku bunga kredit, namun penyesuaiannya memerlukan waktu (time lag) yang berbeda-beda.Pada umumnya penurunan suku bunga SBI langsung diikuti oleh menurunnya suku bunga deposito, sedangkan untuk suku bunga kredit penurunannya memerlukan waktu sekitar 3-6 bulan."Hal ini dikarenakan bank berupaya memelihara spread positif dan cenderung lebih konservatif dalam mengambil risiko dibandingkan pada masa sebelum krisis," tambahnya.Selain itu daya serap kredit mengalami penurunan karena menurunnya permintaan barang dan jasa oleh konsumen pascakenaikan harga BBM tahun 2005.Akhirnya berdampak pada pemberian fasilitas yang sudah disediakan bank tidak terealisir oleh debitor, yang tercermin pada meningkatnya jumlah undisbursed loan.
(qom/)











































