Perbankan Berpotensi Naikkan Kredit
Jumat, 09 Feb 2007 16:44 WIB
Jakarta - Meski pertumbuhan kredit perbankan tahun 2006 jauh meleset dari target hanya mencapai 14 persen, namun perbankan tetap memiliki peluang besar untuk meningkatkan penyaluran kreditnya di tahun ini dengan ditopang angka kredit macet yang baik. "Kapasitas perbankan yang lebih baik sekarang, terutama NPL-nya yang berkurang, menurut saya perbankan memiliki potensi menaikkan kredit pada tahun ini," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia Muliaman D Hadad, di Bank Indonesia (BI), Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (9/2/2007). Berdasarkan bisnis plan perbankan nasional, kredit ditargetkan akan tumbuh sebesar 18 persen. Dengan besarnya penyaluran kredit perbankan diharapkan dapat mendorong sektor riil untuk dapat bergeliat kembali dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Sementara diutarakan Direktur Perencanaan Strategis dan Humas BI Budi Mulya, pada 2006 rasio penyaluran kredit terhadap dana masyarakat (LDR) mencapai 64 persen. Dan yang masih menjadi momok penyaluran kredit adalah penempatan dana perbankan di Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Dana yang disimpan praktis 'menganggur'. "SBI itu biasa karena risikonya nol. Tapi ke depan, tahun ini dana itu bisa lebih di kredit. Sekarang dana perbankan di SBI mencapai Rp 235 hingga Rp 237 triliun," urai Budi.
(hdi/qom)











































