Sertifikasi Manajemen Risiko Takkan Dimonopoli
Sabtu, 10 Feb 2007 14:12 WIB
Jakarta - Pemberian Sertifikasi Manajemen Risiko tidak akan dimonopoli. Dibuka pintu selebar-lebarnya bagi semua pihak yang mampu menjalankan wewenang pemberian sertifikasi manajemen risiko ini. Syaratnya, lembaga tersebut harus bisa menjamin kualitas outputnya.Selama ini, sertifikasi hanya diberikan oleh Badan Sertifikasi Manajemen Risiko (BSMR). Hal ini dikarenakan baru BSMR yang berani menjamin kualitas."Silakan saja, kita buka kesampatan asalkan kualitasnya terjamin. Jangan yang asal," ujar anggota Komisi XI Ade Komaruddin usai konferensi pers pemberian rekor MURI untuk ujian sertifikasi dengan peserta terbanyak di Jakarta Internasional Expo, Jakarta, Sabtu (10/2/2007).Kualitas tetap diperlukan untuk menjaga produk yang dikeluarkan. Ade pun mencontohkan bisnis jasa penerbangan di Indonesia. Dengan banyaknya pihak yang bersaing dalam bidang yang sama, mereka berlomba memberikan harga yang murah. Hal ini justru mengakibatkan kualtias keamanan pada bisnis penerbangan menjadi nomor sekian."Kita belajar dari penerbangan, mereka berlomba-lomba memberikan harga yang murah. Tapi malah begitu kan," cetusnya.Secara terpisah, anggota Komisi XI DPR RI Yunus Yusfiah mengatakan, soal yang diberikan untuk ujian sertifikasi bankir kali ini sudah berstandar internasional. Soal yang diberikan serupa dengan soal yang diujikan di negara lain seperti Singapura, namun sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Ketua Dewan BSMR Gayatri Rawit mengatakan, ujian kali ini digelar bekerjasama dengan Global Assistance of Risk Professional yang bermarkas di London dan New York. "Kerjasama ini adalah agar kualitas mutu ujian terjamin," tandasnya.
(qom/qom)











































