Serba Steril di Peruri
Rabu, 07 Mar 2007 13:29 WIB
Karawang - Sebagai perusahaan yang mencetak triliunan uang Indonesia, Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) menerapkan prosedur yang sangat ketat. Tak heran, segala sesuatunya harus serba steril.Pengalaman detikFinance yang ikut mengunjungi kantor Peruri di Kawasan Industri Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/3/2007), prosedur yang harus dilalui untuk melihat pabrik Peruri cukup rumit. Masuk dari gerbang depan Peruri, untuk orang biasa ada pemeriksaan. Jika tidak ada izin dari orang dalam dan keperluan yang jelas, jangan harap bisa masuk. Namun khusus untuk rombongan wartawan kali ini tidak melalui prosedur pemeriksaan di pintu gerbang yang dijaga ketat itu.Nah, setelah masuk ke lokasi pencetakan uang yang terdiri dari dua unit yakni percetakan uang logam dan kertas, ada pemeriksaan lagi. Berbagai barang bawaan diperiksa. Uang, kamera dan handphone harus ditinggal. Peruri melarang keras ketiga barang bawaan tersebut.Setelah mengantongi izin melihat proses mencetak uang, maka kita baru bisa melihat proses percetakan uang, namun hanya dari kaca. Prosedur tersebut juga berlaku untuk pegawai peruri. Mereka juga tidak diperbolehkan membawa uang sama sekali. Kantong harus kosong. Dan setelah keluar, ada pemeriksaan lagi. Kepala Divisi Humas Peruri Rendra Hernawa mengatakan, prosedur tersebut merupakan standar yang telah disepakati secara internasional oleh perusahaan pencetak uang negara. Ia mengungkapkan, pernah ada anggota DPR yang ingin masuk dan bersikeras membawa kamera. Namun karena prosedur itu sudah baku dan Peruri tetap tidak memberi izin, anggota DPR tersebut akhirnya mengalah.
(qom/ir)











































