Uang Palsu di Solo Naik 50%

Uang Palsu di Solo Naik 50%

- detikFinance
Selasa, 13 Mar 2007 15:59 WIB
Solo - Peredaran uang palsu (upal) yang dilaporkan warga di Wilayah Surakarta mengalami lonjakan sangat drastis hingga 50 persen selama semester II-2006.Kasus upal yang dilaporkan pada semester II tahun 2006 sebanyak 2.046 lembar dengan nilai nominal Rp 135,05 juta. Angka itu berarti meningkat 52,10 persen dari nilai nominal atau naik 52,01 persen dari sisi lembar. Porsi terbesar upal yang dilaporkan adalah pecahan Rp 10.000 (43,84%), pecahan Rp 50.000 (39,06%). "Untuk peredaran upal di tahun 2007 ini, pada bulan Januari 2007 lalu tercatat peredaran upal sebesar Rp 17,2 juta (285 lembar uang). Sedangkan di bulan Februari lalu upal mencapai Rp 10,23 juta untuk (167 lembar uang)," ujar Humas Kantor BI Solo, Ronny WP, kepada wartawan di Solo, Selasa (13/3/2007) siang. Untuk menekan peredaran upal, kata Ronny, KBI Solo akan terus menggelar sosialisasi mengenali upal kepada banyak pihak. Seperti hari ini, KBI Solo menggelar sosialisasi kepada para guru TK dan SD agar selanjutnya dapat disosialisasikan lagi kepada para muridnya. Kasir Muda II KBI Solo, Rijatno, menjelaskan cara paling mudah mengetahui keaslian uang adalah dengan 3D (dilihat, diraba, diterawang). Diharapkan tiap kali menerima uang, semua pihak tidak segan-segan melakukan langkah 3D tersebut. Jika dilihat, cetakan uang asli akan terlihat lebih tajam dan jelas. Jika diraba, di bagian depan tulisan BI ada cetakan angka nominal dan gambar burung garuda yang terasa kasar. Jika diterawang, terlihat tanda air bergambar pahlawan nasional. (mbr/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads