Terseret Kasus Widjanarko
Bukopin Tetap Biayai Bulog
Kamis, 05 Apr 2007 16:01 WIB
Jakarta - PT Bank Bukopin Tbk, mengaku tetap akan menyalurkan kredit ke Badan Urusan Logistik (Bulog), meski sempat terseret kasus korupsi mantan Dirut Bulog Widjanarko.Selain kepada Bulog, Bukopin juga tetap melakukan pembiayaan komoditas yang sudah tidak lagi ditangani Bulog lagi seperti gula dan kedelai."Kami sudah melakukan pembiayaan dari tahun 1989, itu dilakukan dengan mekanisme bidding. Kami memang bidding dari lima bank pesaing lainnya," kata Direktur Finance and Planing Bukopin, Tri Joko Trihanto, dalam diskusi dengan media di Hotel Mulia, Jakarta, Kamis (5/4/2007).Joko mengatakan, meskipun 38 persen saham Bukopin dikuasai oleh Koperasi Pegawai Bulog, pemberian kredit terhadap Bulog tetap dilakukan secara profesional sesuai ketentuan yang berlaku.Menurut Joko, dari tahun 1989 rata-rata Bukopin mengucurkan kredit Rp 3 triliun atau setara 1 juta ton beras kepada Bulog."Kami melihat Bulog sebagai institusi bisnis. Kami juga profesional dan proporsional kepada semua nasabah. Semua nasabah dilayani dengan ketentuan yang berlaku," katanya.Joko mengatakan, pemberian kredit ke Bulog karena Bukopin juga fokus ke pembiayaan komoditas. Jadi meskipun Bulog sudah tidak mengenai beras, Bukopin tetap akan mengucurkan kredit menyalurkan beras.Demikian pula ke komoditas lain yang saat ini sudah tidak dipegang Bulog seperti gula dan kedelai.Mengenai aliran dana dalam jumlah besar tahun 2001 dan 2002 ke rekening Widjanarko di Bukopin, Joko menolak berkomentar. Dia juga enggan berkomentar soal rekening Widjanarko yang diblokir di Bukopin."Soal itu tidak ada komentar apa-apa, bukan domain kami itu confidential bank," kata Joko.Menurut Joko, Bulog memiliki beberapa bank yang menjadi sumber asal kredit untuk membeli beras. Bukopin menjadi salah satu bank yang menyalurkan kredit dalam jumlah besar karena memang fokus ke komoditas."Bank-nya Bulog ada beberapa, tapi Bukopin favorit karena kita punya the best basis untuk komoditas," katanya.Kredit yang disalurkan ke Bulog adalah kredit jangka pendek dengan tenor 1 tahun dan menguntungkan bagi Bukopin."Pasti ada spread-nya karena cost kreditnya cukup mahal, kita harus masuk sampai ke pelosok," jelas Joko.
(ir/qom)











































