Biaya Operasional Tinggi Bikin Bank Malas Turunkan Bunga

Biaya Operasional Tinggi Bikin Bank Malas Turunkan Bunga

- detikFinance
Kamis, 05 Apr 2007 17:42 WIB
Jakarta - Rendahnya tingkat suku bunga Bank Indonesia (BI) tidak diikuti oleh rendahnya tingkat suku bunga kredit perbankan. Biaya pengeluaran operasional atau overhead cost perbankan yang tinggi menjadi pengganjal untuk turunnya suku bunga kredit.Overhead cost perbankan di Indonesia termasuk tinggi, dan dinilai tidak efisien. Masih tingginya suku bunga kredit berdampak pada rendahnya penyaluran kredit ke sektor riil.Overhead cost perbankan Indonesia rata-rata 1,5 kali lebih tinggi dibanding negara-negara asia seperti Hongkong, Singapura dan Jepang yang memiliki overhead cost yang efisien.Demikian disampaikan Direktur Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI Perry Warjio, dalam jumpa pers penjelasan hasil Rapat Dewan Gubernur BI, di Gedung Saffroeddin BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (5/4/2007)."Kebanyakan bank-bank di Indonesia overhead costnya cukup tinggi, ini mengakibatkan suku bunga kredit itu sulit turun," ujar Perry.Ditambahkan Perry, selain dari tingginya overhead cost, premi risiko di perbankan Indonesia juga terbilang tinggi, rata-rata mengenakan 1-2 persen bahkan ada yang mencapai diatas 2 persen. Berdasarkan standar internasional, premi resiko dikenakan di bawah 1 persen.Oleh karena itu, diharapkan suku bunga kredit ini dapat turun melalui adanya efesiensi di internal perbankan, tidak harus menunggu turunnya suku bunga BI."Itu tidak harus dengan turunnya suku bunga SBI. Tapi juga harus bisa melalui internal upaya bank melakukan efisiensi," tandasnya. (hdi/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads