Hindari Krisis, BI Pantau Stabilitas Sistem Keuangan
Rabu, 18 Apr 2007 16:29 WIB
Jakarta - Tak mau krisis moneter pada lembaga keuangan di Indonesia terjadi lagi, Bank Indonesia (BI) memperkuat Stabilitas Sistem Keuangan (SSK)."Concern BI kepada SSK menjadi penting, dan yang kami lakukan adalah memantau risiko dari sistem keuangan, agar krisis tidak terjadi lagi," kata Kepala Biro SSK BI Wimboh Santoso, dalam diskusi tentang SSK, di Menara Sjafruddin BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (18/4/2007).Wimboh menambahkan bahwa krisis moneter yang dulu terjadi tidak hanya bersumber dari sektor perbankan. Namun juga bersumber dari banyaknya masalah dari sektor keuangan lainnya, seperti sektor riil."Sumber-sumbernya bisa dari sektor riil, dari faktor eksternal jadi kami melihat potensi aspek risiko atau surveillance (pengawasan) secara sistematik," jelas Wimboh.Wimboh mengatakan bahwa dalam rangka menjaga SSK ini, BI juga tetap berkoordinasi dengan pemerintah untuk bersama-sama memantau dan mengambil tindakan dalam menjaga stabilitas ini. "Pemerintah dan BI akan terus melanjutkan pembenahan sektor keuangan untuk memperkuat industri perbankan, lembaga keuangan non bank dan pasar modal dengan mengupayakan perbaikan infrastruktur pasar dan kelembagaan, memperkuat Jaring Pengaman Sektor Keuangan (JPSK) termasuk manajemen krisis," urainya.Menurut Wimboh, penerapan basel II juga merupakan salah satu cara untuk memperkuat manajemen risiko di sektor keuangan khususnya perbankan. Sehingga dengan manajemen risiko yang baik perbankan akan mampu bertahan dari goncangan ekonomi baik dari dalam maupun luar."Syarat untuk terbentuknya SSK ini adalah elemen pasar berjalan, regulasi dan pengawasan, sistem pembangunan dan stabilitas moneter," jelas Wimboh.
(dnl/hdi)











































