BTN Pilih Korbankan CAR

Demi Ekspansi Kredit

BTN Pilih Korbankan CAR

- detikFinance
Sabtu, 21 Apr 2007 10:41 WIB
Jakarta - Meskipun pelaksanaan privatisasi melalui IPO (Initial Public Offering) tertunda, PT Bank Tabungan Negara (BTN) tidak habis akal dalam mencari alternatif pendanaan untuk melancarkan rencana ekspansi kreditnya. "Meskipun tidak IPO dan belum tambah modal, saya harus mencari jalan keluar untuk mencapai target (kredit) Rp 7,8 triliun di tahun ini," ujar Dirut BTN Kodradi menjawab detikFinance saat ditemui di Hotel Shangri-La, Jakarta, Jumat (20/4/2007).Kodradi menjelaskan, setidaknya ada tiga cara yang akan ditempuh. Cara pertama adalah dengan mengorbankan rasio kecukupan modal (CAR) perseroan. "Dari hasil publikasi kemarin (triwulan I 2007), CAR kita sekitar 20 persen, artinya kalau saya ekspansi kredit tanpa tambah modal, maka CAR yang akan turun, selama tidak turun dari 12 persen tidak apa-apa menurut peraturan Bank Indonesia, apalagi leverage kita cukup tinggi," ungkapnya. Cara kedua adalah dengan mencari pendanaan dari luar seperti melalui penerbitan obligasi. "Jadi kalau BTN diminta membiayai rusunawa 1.000 tower dengan total sekitar Rp 40 triliun, maka kita butuh pendanaan dari luar seperti obligasi, diluar dari modal kita yang sekitar Rp 1,8 triliun," ujarnya. Akan tetapi BTN menurut Kodradi belum mendapatkan izin dari pemegang saham untuk menerbitkan obligasi. "Karena itu dulu hanya pilihan pada waktu RUPS, jika dilakukan privatisasi maka tidak diperlukan obligasi," jelasnya. Cara yang ketiga adalah dengan menjual obligasi rekap yang dimiliki oleh BTN. "Kami kan juga punya obligasi rekap sekitar Rp8 triliun, itu bisa dijual tapi tergantung pasar, pokoknya kami tidak hilang akal dan cari jalan keluar yang terbaik," jelasnya. (dnl/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads