Bank Bumiputera Turunkan Cost of Fund

Bank Bumiputera Turunkan Cost of Fund

- detikFinance
Selasa, 01 Mei 2007 17:35 WIB
Jakarta - PT Bank Bumiputera Indonesia Tbk berkeinginan untuk menurunkan beban biaya dana (cost of fund) untuk meningkatkan dana murah.Hal ini dikatakan oleh Group Head Bank Bumiputera Rini Palupi, di sela-sela acara acara peluncuran program tabungan Bung Hari dari Bank Bumiputera, di Cafe 9 Clouds, Menara Jamsostek, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (1/5/2007). "Target Dana Pihak Ketiga (DPK) kita sampai akhir tahun ini Rp 5,2 triliun, sementara pada akhir triwulan pertama kemarin kami membukukan Rp 4,521 triliun, di situ komposisinya dari tabungan 200 miliar, dari giro Rp 300 miliar dan sisanya dari time deposit Rp 800 miliar." jelasnya. Rini juga mengatakan bahwa strategi perseroan untuk menarik dana murah adalah dengan membuat program-program menarik, dan mengupayakan untuk mengurangi suku bunga deposito seiring dengan penurunan BI Rate. "Saat ini suku bunga deposito sekitar 9,6 persen, ini akan kita turunkan kalau BI memotong BI Rate, tapi untuk suku bunga tabungan dan giro tidak terlalu bermasalah karena maksimal di kisaran 4 persen (tabungan) dan 2,5 persen (giro), sehingga dengan banyaknya dana murah yang ingin kita dapat kita akan salurkan kredit dengan suku bunga yang lebih murah dari sekarang," jelasnya. Untuk beban biaya dana (cost of fund) Rini mengatakan bahwa cost of fund perseroan semakin menurun, sehingga sekarang relatif di bawah BI Rate. "Namun secara keseluruhan kami cost of fund-nya sekitar 10 persen, yang jelas cost of fund kami di kisaran market," ujarnya. Rini mengatakan bahwa penurunan jaminan simpanan dari LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) menjadi maksimal Rp100 juta pada Maret lalu tidak terlalu banyak berpengaruh terhadap nasabah perseroan. "Nasabah saat ini sudah paham kondisi bank sehingga mereka bisa pilih bank yang baik dan yang tidak, saat ini bank sudah dituntut transparan," ungkapnya. Sementara untuk fee based income, Rini mengatakan bahwa perseroan menargetkan sebesar 20-25 persen dari total pendapatan. "Pendapatan fee based tak hanya dari kredit, tapi berasal dari transaksi-transaksi ATM dan itu bergantung dari perangkat IT, lalu pembayaran telpon, listrik dari kartu kredit," ujarnya. (dnl/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads