Wapres: Perbankan Tak Adil
Rabu, 09 Mei 2007 11:27 WIB
Jakarta - Selain mengkritik soal penempatan dana di Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Wapres Jusuf Kalla juga mengkritik perbankan yang dinilainya tidak adil dalam memberi kredit UKM."Kredit besar lebih mudah dan murah, sementara kredit yang kecil lebih susah dan mahal. Keadilan ada bangsa ini kalau demikian. Kredit korporasi 12 persen, kredit UKM 24 persen. Jadi kita semua mengambil pendapatan orang kecil dengan bunga yang tinggi," kritik Wapres.Kritikan itu disampaikan Wapres saat membuka acara 'The 2007 Asia Pacific Conference and Exhibition on Banking Excellenge' di Jakarta Convention Center, Rabu (9/5/2007)."Sehebat apapun perbankan, mobil anda, kantor anda, kalau banyak orang miskin disekitar kita apa yang maju? Apa enaknya negeri ini kalau banyak pengangguran. Janganlah bunga untuk UKM itu hanya diserahkan kepada BPR. Ia akan menarik 30 persen karena cost of fund-nya tinggi," tegasnya.Meski mengkritik, Wapres tetap tak lupa mengucapkan terima kasih kepada sejumlah bank yang dinilainya telah gencar memberikan kredit untuk UKM seperti Bukopin, BRI dan Bank Danamon. "Agar diteruskan dan lebih dirasionalisasi. Jangan mengambil kesempatan, jangan mengambil fungsi tengkulak dan jangan mengambil fungsi rumah gadai," pesannya.Kritikan tersebut ditanggapi secara positif oleh kalangan perbankan. Ketua Perbanas Sigit Pramono mengatakan, sindiran Wapres tersebut merupakan multivitamin bagi perbankan untuk terus maju.Sementara Deputi Gubernur Senior BI Miranda Goeltom mengatakan, industri perbankan terus mengalami perbaikan. Pada triwulan I, aset perbankan meningkat 16,3 persen secara year on year. CAR 23,1 persen, NPL 6,6 persen. "Hal ini menunjukkan, industri tumbuh dengan sehat," ujarnya.
(qom/ir)











































