BI: Kontribusi Kredit untuk Pertumbuhan Ekonomi Berat

BI: Kontribusi Kredit untuk Pertumbuhan Ekonomi Berat

- detikFinance
Selasa, 22 Mei 2007 13:03 WIB
Jakarta - Perbankan sulit memberi kontribusi yang ditargetkan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 6,8 persen pada tahun 2008. BI menilai perlu ada penyesuaian untuk pembiayaan investasi.Demikian disampaikan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah menanggapi pernyataan Menkeu Sri Mulyani tentang kebutuhan pembiayaan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 2008 sebesar 6,8 persen.Sri Mulyani sebelumnya mengatakan, untuk mencapai angka pertumbuhan itu, maka diperlukan investasi hingga Rp 1.296 triliun. Dari jumlah tersebut, pemerintah hanya bisa menyediakan Rp 173,6 triliun.Sedangkan sisanya diharapkan akan disumbang oleh BUMN melalui capex sebesar Rp 151,5 triliun, swasta Rp 460 triliun, pinjaman sektor publik dan partnership Rp 90 triliun, perbankan melalui penyaluran kredit Rp 210 triliun. Sumber lainnya adalah dari pasar modal baik lewat IPO ataupun obligasi Rp 200,3 triliun. Menurut Burhanuddin, dengan penyaluran kredit perbankan sebesar Rp 210 triliun pada tahun 2008 tersebut, maka diperlukan pertumbuhan kredit sebesar 33 persen. Pertumbuhan tersebut dirasa berat mengingat dalam sejarah, kredit maksimal hanya tumbuh 24 persen. "33 persen itu masih berat. Pengalaman menunjukkan begitu. Dalam sejarah kita, kredit paling tinggi dicapai itu 24 persen," kata Burhanuddin usai raker dengan Komisi XI DPR RI, Selasa (22/5/2007).Oleh karena itu, perlu ada penyesuaian untuk pembiayaan investasi guna tetap mampu mencapai pertumbuhan ekonomi 6,8 persen."Katakanlah bisa tumbuh kredit itu 20-24 persen, maka ada pengurangan pembiayaan dari kredit perbankan yang harus diisi atau ditambah dari tempat lain. Misalnya ya dari sisi pemerintah untuk ditingkatkan," urainya. (qom/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads