RI-IDB Susun Skema Pembiayaan Infrastruktur Syariah
Sabtu, 02 Jun 2007 11:55 WIB
Jakarta - Pemerintah Indonesia dan Islamic Development Bank (IDB) saat ini tengah melakukan studi untuk menyusun konsep pembiayaan pembangunan infrastruktur dengan skema syariah. Dan untuk meningkatkan efektivitas dan kecepatan peran IDB dalam pembangunan ekonomi Indonesia, maka IDB akan segera membuka kantor di Indonesia dalam waktu dekat."Dengan adanya kantor IDB di Indonesia, diharapkan realisasi perkambangna perbankan syariah dan Islamic Finance pada umumnya dapat dipercepat," ujar Gubernur BI Burhanuddin Abdullah dalam pernyataannya seperti dikutip dari situs BI, Sabtu (2/6/2007).Dalam pernyataannya, Burhanuddin juga menjelaskan tentang hasil sidang tahunan IDB ke-32 yang berlangsung di Dakar, Senegal, 29-30 Mei 2007 lalu. Burhanuddin hadir sebagai alternate governor of IDB, bersama 75 negara anggota lainnya. Dalam hasil sidang IDB tersebut, sejumlah negara memberikan komitmen untuk menghadai Millenium Development Goals (MDGs) dengan membenti Pverty Alleviation Fund.Arab Saudi sepakat memberikan pledge sebesar US$ 1 miliar, Kuwait US$ 300 juta, Iran US$ 100 juta, Pakistan US$ 100 juta dan Malaysia US$ 20 juta. "Indonesia sangat mendukung inisiatif ini dan akan berkontribusi pada waktunya yaitu tahun 2008," ujar Burhanuddin.Inisiatif lainnya yang didukung seluruh anggota IDB dalam sidang tersebut adalah pembentukan Islamic Trade Finance Corporation (ITFC). Inisiatif ini dirancang dalam rangka mendorong perdagangan antar negara anggota IDB."Untuk Indonesia yang merupakan salah satu negara pendiri ITFC, pembentukan lembaga ini merupakan suatu peluang untuk memperluas negara tujuan ekspor dengan negara-negara anggota IDB," tambah Burhanuddun. Untuk dapat mempertahankan daya saingnya secara internasional, Indonesia diharapkan lebih memperhatikan international best practices dalam bisnis syariah di aspek treatment hukum, agama dan perpajakan, sehingga diharapkan likuiditas keuangan syariah internasional dapat dimanfaatkan secara optimal.Dalam sidang kali ini IDB juga menyampaikan bahwa secara umum negara-negara anggota IDB mencapai kemajuan yang cukup mengesankan, baik di bidang perbaikan ekonomi maupun kesejahteraan masyarakat secara umum. Sebagai institusi, IDB juga telah berhasil menyamai peringkat lembaga-lembaga multilateral lainnya seperti Bank Dunia, karena lembaga pemeringkat S&P, Moodys, dan Fitch, menempatkan IDB pada peringkat tertinggi, triple A's. Dengan demikian IDB dapat mencari pendanaan yang lebih murah dari pasar tanpa harus memberatkan lembaga dan negara-negara anggotanya.
(qom/qom)











































