Wapres Minta Bank Syariah Tak Pakai Bahasa Arab

Wapres Minta Bank Syariah Tak Pakai Bahasa Arab

- detikFinance
Rabu, 13 Jun 2007 18:34 WIB
Jakarta - Istilah-istilah syariah memang memusingkan bagi masyarakat awam. Tak heran, bank syariah sulit menembus pasar konvensional.Wapres Jusuf Kalla pun meminta Bank Syariah tidak telalu banyak memakai bahasa arab untuk produk perbankannya. Hal ini dikarenakan masyarakat tidak familiar dengan istilah-istilah Arab. Kritikan itu disampaikan Wapres saat membuka Munas ke-4 Asosiasi Bank Syariah Indonesia di Hotel Sahid, Jakarta, Rabu (13/6/2007)."Sederhana saja, apa yang tidak haram adalah halal dan semua yang halal adalah syariah. Kan tidak harus berbahasa Arab dulu, baru syariah. Tidak harus mengatakan mudarabah, sukuk atau lainnya baru syariah," kata Wapres.Wapres sangat menyayangkan lambatnya pertumbuhan bank syariah di tanah air. Sejak berdiri 20 tahun lalu, hingga kini total nilai asetnya tidak mengalami pertumbuhan yang signifikan. Padahal Bank Syariah punya potensi besar dan mendapat dukungan fatwa dari ulama. Tapi kenyataannya, fatwa saja belum cukup bila masyarakat enggan menggunakan jasa bank syariah karena tidak paham dnegan istilah-istilah yang digunakan. Maka tidak ada salahnya bank syariah menggungkan istilah yang sudah dikenal oleh umum. Termasuk istilah berbahasa Inggris agar lebih mudah masyarakat memahaminya."Fiqihnya kan begitu, tidak semua yang berbahasa Arab itu halal, dan tidak semua yang berbahasa Inggris itu haram," tegasnya. (qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads