BEI Belum Dapat Lampu Hijau Pembelian Bank Indover

BEI Belum Dapat Lampu Hijau Pembelian Bank Indover

- detikFinance
Sabtu, 14 Jul 2007 10:26 WIB
Bogor - Meskipun PT Bank Ekspor Indonesia (BEI) sudah memberikan hasil due dilligence soal pembelian NV Indover Bank (anak usaha Bank Indonesia), pemerintah belum memberikan lampu hijau.Hal tersebut disampaikan Dirut BEI Arifin Indra dalam diskusi mengenai kinerja dan rencana bisnis BEI di Novotel Bogor, Jawa Barat, Jumat malam (13/7/2007). "Untuk sementara tidak ada pembicaraan lebih lanjut, belum ada perkembangan," imbuhnya. Ketika ditanya apa yang menjadi hambatan dari rencana pembelian ini, Arifin mengatakan bahwa hal itu merupakan wewenang pemerintah sebagai pembeli dan Bank Indonesia sebagai penjual. "Pokoknya itu wewenang tingkat atas, yang jelas tugas kami memberikan laporan due dilligence ke Menteri Keuangan sudah dilakukan, tapi sampai sekarang belum ada follow up, mungkin nanti akan dibicarakan antara BI dan pemerintah, karena tidak bisa BEI sendiri yang membeli," jelasnya. Hasil uji tuntasnya sendiri dikatakan Arifin telah diserahkan ke Menkeu pada bulan Desember 2006 lalu. "Jadi rencananya ini (NV Indover) jika jadi dibeli, nanti juga akan jadi anak perusahaan LPEI (Lembaga Penjamin Ekspor Indonesia), tentunya untuk membantu induknya dong, jadi untuk pembiayaan ekspor akan dibantu juga, itu baru konsepnya, tapi kalau tidak disetujui kita belum tahu, itukan sudah diaudit oleh BPK, tidak apa-apa kok, tidak ada masalah," tambahnya.Mengenai perubahan BEI sebagai LPEI (Lembaga Penjamin Ekspor Indonesia) melalui undang-undang yang tertuang di dalam Paket Kebijakan 2007, Arifin yakin hal ini akan dapat lebih mendorong pertumbuhan ekspor Indonesia. "Jika kita (BEI) menjadi LPEI maka kita akan dapat memberikan suku bunga yang lebih kompetitif dalam pembiayaan ekspor, kan draft RUU LPEI ini sudah diberikan ke DPR pada 11 Juni 2007 lalu," tuturnya. Arifin mengatakan bahwa jika nantinya BEI dijadikan LPEI, maka yang berubah hanyalah aspek legalnya saja. "Untuk produk pembiayaan tidak berubah, bahkan kita bisa membiayai buyer di luar negeri untuk membeli produk Indonesia melalui kontrak dalam jangka waktu tertentu, karena saat ini hal tersebut saat ini belum bisa kami lakukan sebab tidak boleh menurut aturan BI, tapi kalau sudah jadi LPEI baru bisa dilakukan, cara ini efektif untuk meningkatkan ekspor Indonesia," paparnya. Menurutnya pemerintah tidak perlu menyuntikkan modal tambahan jika BEI menjadi LPEI. "Karena total modal kita yang ada sekarang yaitu Rp 4 triliun sudah cukup, dan nanti jika sudah jadi LPEI, maka kita akan melakukan ekspansi kantor cabang dalam negeri, bahkan sangat terbuka kemungkinan kita akan buka cabang di luar negeri," ujarnya. Di tahun ini BEI sendiri mentargetkan aset akan tumbuh menjadi Rp 10,3 triliun, dari Rp 8,8 triliun di akhir 2006, sedangkan hingga Juni 2007 total aset BEI adalah sebesar Rp 9,6 triliun. "Sedangkan target kredit adalah 75 persen dari total aset tersebut, undisburse loan kami di bawah 20 persen, lebih rendah dari rata-rata perbankan nasional yang sekitar 30 persen," jelasnya. Sementara untuk laba bersih Arifin tidak menyebutkan, tapi hingga Juni 2007, BEI mencetak laba bersih sebesar Rp 136 miliar. (dnl/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads